Bakar : Poster HRS, Bendera PDIP, Logo PKI dan Bendera HTI

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

Dulu sewaktu kuliah S-3 ada mata kuliah fenomenologi. Gak perlu dijelaskan, silakan googling atau tanya ke beberapa pakarnya sebut saja Doktor Arrahim Id, Doktor Abad Badruzaman, Doktor Itsnan Hidayat, Doktor Zaprulkhan dan pakar-pakar lain yang ada di jamaah fesbukiyyah ini.

Hal yang saya ingat, sang dosen pada waktu itu mencontohkan penampakan orang yang meneteskan air mata tidak bisa diartikan atau dimaknai sebagai suatu yang berhubungan dengan kesedihan saja, bahkan bisa sebaliknya, kegembiraan.

Demikian pula memaknai pembakaran oleh mereka yang membakar tentu akan muncul hasil-hasil penelitian yang menarik dan beda.

Tapi saya lebih tertarik untuk melihat efek pembakaran. Pembakaran yang terakhir yakni poster HRS, dengar dengar malah ada yang mengajak duel. Nah ini yang tidak asyik. Bisa berurusan dengan polisi dan tak seronok ditonton orang kalau duel di jalanan, begitulah kata Upin Upin.

Pertarungan yang baik adalah di gelanggang resmi. Karena lebih terhormat dan tidak berurusan dengan polisi. Tiga video ini adalah contohnya. Pertama, pertarungan di pencak dor kiriman Kang Gareng (celana pendek adalah anak buah Kang Gareng Surabaya). Video kedua adalah latihan pertarungan calon pendekar di Tambakberas yang terluka, tapi luka yang terhormat dan pantang menyerah. Video ketiga pertarungan, eh pertandingan yang tidak seimbang, antara anak dengan bapakne hehe ..

Sumber : Status facebook  Ainur Rofiq Al Amin

Friday, July 31, 2020 - 19:15
Kategori Rubrik: