Bajakah, Fakta Atau Hoax?

ilustrasi

Oleh : Agung Baster

Walaupun kalimantan sudah seperti kampung halaman kedua ane dan ane sangat mendukung klo ada anak muda indonesia yg berprestasi dalam bidang ilmiah dan sains, tapi jujur saja untuk masalah ada pelajar dari kalimantan yg menemukan obat cancer dari tumbuhan di kalimantan ini, ane masih skeptis.

Soalnya media indonesia ini terkadang sangat lebay klo menulis berita, kita udah pernah di bodohi media masalah berita Wayan sang ironman dari bali yg bahkan sampai di kenal dunia, Naufal Raziq penemu listrik kedondong dari aceh, Atau heru lelono dan joko suprapto penemu blue energy dan padi supertoy yg bahkan di dukung presiden SBY. Semua penemuan mereka ini akhirnya terbukti tidak berfungsi bahkan beberapanya memang terindikasi hoax atau penipuan semata.

Dan ironisnya semua penemuan hoax ini yg mengembor2kan dan melebih2kan nya sehingga banyak orang percaya bahkan sampai presiden segala ikut2an percaya, justru dilakukan oleh media2 indonesia sendiri.

Ane tau republik ini masuk peringkat negara miskin, tertinggal, dengan tingkat pendidikan rendah setara negara2 afrika, serta sangat miskin penemuan dan inovasi yg membanggakan, tapi itu bukan alasan kita untuk menggembor2kan penemuan bombastis yg belum tentu benar cuman demi "pride atau kebanggan sebagai orang indonesia" karena justru menggembor2kan penemua yg sebenarnya hoax atau gak berfungsi justru semakin membuat negara kita di pandang negara luar sebagai negara bodoh yg gampang tertipu.

Jadi kembali lagi ke masalah penemuan obat cancer oleh pelajar dari kalimantan ini harusnya di sikapi dengan jernih dan kritis oleh media2 indonesia bukannya lebay dan di blowup gila2an tanpa sikap kritis, karena klo ini benar2 berkhasiat, penemu obat cancer tanpa perlu di blowup berlebihan pasti di ganjar nobel bidang kedokteran, alasannya karena riset pencarian obat penyakit cancer merupakan salah satu riset kesehatan terbesar dan terumit di dunia. Tapi sebaliknya klo ini hoax atau gak berkhasiat pada manusia maka kita pasti makin tambah dianggap negara bodoh dan penipu oleh negara lain karena media2 indonesia terlalu lebay memblowup nya.

Sumber : Status Facebook Agung Baster

Saturday, August 17, 2019 - 14:00
Kategori Rubrik: