Baiq Nuril Dan Kebebasan

ilustrasi

Oleh : Aizza Ken Susanti

Dua tahun lalu saya membuat postingan tentang Ibu Baiq Nuril Maqnun dan respon lumayan bikin kaget; postingan saya saat itu mendapatkan lebih dari sepuluh ribu repost share dan tujuh ribuan yang like. Saya meringkas kasus Baiq Nuril yang menghadapi kasus Undang-Undang ITE sejak 2016 dalam sepotong dua potong paragraf. Yang saya ingat, ada beberapa meminta izin kopas untuk broadcast WhatsApp dan ada yang meminta izin untuk ditulis di Line. Saya menyetujui tanpa syarat, tanpa menulis nama saya di broadcast atau berita line itupun saya FEEL FREE, kasus ini harus diketahui banyak orang agar mereka tahu, agar orang baik peduli, dan yang sanggup membantu akan turun tangan.

Ringkas kata, Nuril sempat dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Mataram pada 2017.
Namun, jaksa mengajukan kasasi dan Mahkamah Agung (MA) memutuskan Nuril tetap bersalah dan diganjar hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta. Nuril sempat mengajukan PK namun eksekusi hukum ditunda oleh kejaksaan.

Alhamdulillah Presiden memutuskan pemberian amnesti untuk Nuril, bahkan memberikan undangan istimewa padanya ke Istana Bogor. Dengan terbitnya amnesti ini, Nuril yang sebelumnya divonis Mahkamah Agung (MA) melanggar UU ITE pada tingkat kasasi bebas dari jerat hukum.

Terima kasih Pak Presiden. Dari sini kita belajar bahwa kebenaran dan keadilan harus diluruskan sampai tuntas. Kita tak tahu bagaimana hasilnya, tapi setiap yang upaya baik akan kembali kepada kita dalam wujud energi yang juga baik. 

Viralkan hal-hal berguna. Kita tak tahu sejauh apa dua jempol kita ini ternyata punya kekuatan sebagaimana kata-kata. ~

Sumber : Status Facebook Aizza Ken Susanti

Saturday, August 3, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: