Bahaya dibalik Proyek LRT Jakarta

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Sebut saja lah perusahaannya..

Ratu Prabu sounding mau bangun LRT di seantero Jabodetabek sekitar 400 km. Ternyata malah bukan 200 km seperti saya bilang kemaren. Lebih bombastis 

Perusahaan migas n tambang ini mau investasi Rp. 405 T. Lihat total equitynya cuma Rp. 1.7 T di kuartal ketiga 2017..

Duit dr mana ya ? 
Apa betul bank2 Cina atau Jepang atu siapapun lah itu, mau minjemin duit ratusan T.

Ini ngga usah bicara senior2 yang udah usia 40an deh.. temen2 saya para pengusaha remaja 30an tahun pun, pasti ngerti ttg ekuitas dan urusan pinjeman bank.. hhe

Lha wong proyek kereta cepat Jkt-Bdg saja, bank2 Cina itu akhirnya minta jaminan pemerintah koq, setelah sebelumnya bilang bersedia tanpa jaminan (walo alus mintanya). Padahal cuman sekitar 60an T.. hhe

Ayok lah gubernur n wagub baru Jakarta. Jangan sukanya lempar2 isu. Misal lagi, apa betul Ratu Prabu udah ngeluarin ratusan miliar buat studi kelayakan dan membayar konsultan asing untuk itu. Koq bisa pemerintah pusat ngga denger ada studi? 

Coba LANJUTKAN SAJA itu rencana makro sapra transportasi massal sejak zaman Bang Yos. Itu Pak Jokowi-Ahok-Djarot bisa membuat kinerja TransJ makin baik dengan ribuan bus berkualitas tinggi.

Pak Jokowi-Ahok-Djarot juga bisa mengeksekusi proyek kerjasama dengan pusat, MRT fase pertama sejauh 16 km (Lebak Bulus-Bundaran HI). Juga LRT milik pemprov sejauh 6 km di Rw. Mangun-Kelapa Gading

Bikin tender dunk.. Jangan perusahaan yang "kurang besar" kek gitu.

Tender terus umumkan jalur2nya sesuai plan sejak zaman bang Yos. Pasti "dewa-dewa" semacem Ciputra, Lippo, ASTRA, PARA grup, Djarum atau APL bersedia turun gunung. Mereka punya ekuitas. Bank2 asing pasti mau meminjami mereka dalam jumlah besar. Asal rencana globalnya jelas, peserta tender juga perusahaan bonafit

Mau ngelanjutin yang baek2 gengsi?

Ke laut aje

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, January 9, 2018 - 12:45
Kategori Rubrik: