Bahasa Arab

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Konon nanti di surga, kita semua orang dari berbagai bangsa dan lintas peradaban sepanjang masa akan bercakap-cakap satu sama lain dengan menggunakan satu bahasa saja, yaitu Bahasa Arab.

Maka kita sering dengar ungkapan bahwa bahasa Arab adalah bahasa ahli surga. Lughatu ahlil jannah.

Ini mirip dengan semua kisah sejarah di dalam Al-Quran, dimana semua dialog dari banyak bangsa berbeda pada berubah jadi berbahasa Arab semuanya.

Sebagai contoh, sebutlah Nabi Musa dan Harun serta raja Fir'aun. Mereka bertiga itu dipastikan bukan orang Arab, dan pastinya juga bukan penutur berbahasa Arab. Musa dan saudara Harun itu berkebangsaan Yahudi, bahasa yang mereka gunakan pastinya bahasa ibu mereka yaitu bahasa Ibrani.

Sedangkan Fir'aun itu orang Mesir, bahasanya juga bukan Arab. Entah bahasa apa namanya, mungkin Egyption kuno. Saya nggak tahu apa namanya, tapi kalau mau tahu kayak apa bahasanya, nonton aja The Mummy.

Tapi anehnya, semua dialog antara Musa dan Fir'aun di dalam Al-Quran tampil berbahasa Arab. Kayak didubbing atau sulih suara, bukan pakai subtitle.

Sampai-sampai banyak orang mengira kalau Fir'aun itu orang Arab, padahal bukan. Atau ada juga yang mengira kalau negeri Mesir itu sejak dulu sudah berbahasa Arab, padahal tidak.

Mesir itu bukan Arab, baru di zaman Khalifah Umar saja orang Mesir mulai banyak yang belajar bahasa Arab. Sebab Umar mengutus Amr bin Ash jadi gubernur disana. Lalu Islam semakin populer hari demi hari, hingga mereka belajar bahasa Arab sampai melupakan bahasa kuno.

Kayak kita saja, dulu nenek moyang kita berbahasa Sanskerta atau Jawa kuno atau apa lah namanya, tapi kini tak seorang pun uang paham.

Sebelumnya orang Mesir itu beragama Kristen atau Nasrani. Maria Al-Qibthiyah, budak yang diperistri Nabi itu asalnya beragama Kristen, lalu masuk Islam. Karena Maria itu budak Mesir hadiah dari raja Mesir bernama Muqawqis.

Sebagian lagi ada yang sudah tahu kalau Mesir itu dulunya bukan Arab. Tapi tetap tanya-tanya ke saya, kapan raja Fir'aun yang kafir itu belajar bahasa Arab dan dimana belajarnya? Kok di Al-Quran itu Fir'aun faseh banget bahasa Arabnya? Nawhu nya kok nggak ada yang salah ya?

Nah, kebayang kan bagaimana repotnya saya ngejelasinnya. Saya sempat garuk-garuk kepala yang tidak gatal tanpa sadar.

Maka saya jelaskan lah bahasa semua kisah dalam Al-Quran itu pada dasarnya adalah kalamullah alias perkataan Allah SWT. Allah SWT bercerita kepada Nabi SAW. Tentu saja bahasa yang digunakan untuk bercerita itu bahasa Arab, termasuk semua dialognya juga sudah ditranslate ke bahasa Arab.

Maka begitu juga -barangkali- nanti di surga. Kalau dikatakan semua berbahasa Arab, maka semua percakapan manusia secara otomatis ditranslate ke satu bahasa saja, yaiti Bahasa Arab.

So, di surga kita tidak perlu ikut kursus Bahasa Arab lagi. Yang dulu di dunia punya bisnis kursus bahasa Arab dipastikan tidak akan laku di surga. Sebab mereka sudah tidak lagi terkendala dengan bahasa.

Kalau dalam cerita fiksi Startrek karya Gene Roddenbery, di abad 24 itu sudah diterjemahkan translator bahasa universal.

Sehingga kemana pun mereka menjelajah angkasa luar dan bertemu dengan beragam alien seperti Vulcan, Farenggi, Klingon, Romulan, Cardasian, Andorian dan lainnya, dialog mereka tetap bisa lancar dan komunikasi berjalan baik.

Dan sebagai penonton, penonton mendengarkan semuanya berbahasa Inggris. Dan kita orang Indonesia, masih ditambahi dengan subtitle.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Saturday, June 27, 2020 - 19:30
Kategori Rubrik: