Bagaimana sih Sistem Penerimaan Pengungsi di Amerika Serikat?

 

REDAKSIINDONESIA - Dalam sebuah kampanye seorang bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, pernah berkata, "Saya memperingatkan mereka yang datang ke sini dari Suriah. Bahwa andaikan saya menang, mereka akan dipulangkan." Ucapannya kontan menjadi tajuk utama di seluruh dunia. Tak heran bila kemudian muncul pro dan kontra. Adapun Presiden Barrack Obama pada Selasa (15/12/2015), menggambarkan bahwa imigrasi merupakan tradisi tertua Amerika dan membuat Amerika istimewa. Ia ingin memperlihatkan perbedaan antara mereka yang ingin menutup perbatasan dan mereka yang hendak melarikan diri dari kesulitan dan penyiksaan.

Terlepas dari pemberitaan Trump dan Obama, ada baiknya kita menambah wawasan tentang bagaimana sesungguhnya sistem penerimaan pengungsi di Amerika.

Seorang pengungsi menurut UU Amerika adalah orang yang rentan tinggal di luar Amerika yang mencari pemukiman dan pantas mendapat dukungan Amerika atas dasar kemanusiaan. Orang tersebut harus menunjukkan ia pernah menghadapi atau saat ini menghadapi bahaya besar di tempat tinggalnya karena ras, agama, kebangsaan dan pandangan politik atau punya afiliasi dengan kelompok sosial. Pengungsi bisa dirujuk ke Program Penerimaan Pengungsi Amerika oleh badan pengungsi PBB, organisasi non pemerintah yang diberi kuasa atau dalam beberapa kasus kedutaan atau konsulat Amerika.

Jika diterima, orang itu akan dibantu untuk mendaftar ke Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk pemeriksaan latar belakang. Program itu membantu mempersiapkan file kasus orang yang bersangkutan dengan keluarganya. Setelah wawancara dengan Badan Imigrasi dan Kewarganegaraan, Departemen Keamanan Dalam Negeri, pejabat memutuskan apakah kasus itu akan dilanjutkan. Jika ya, orang tersebut atau keluarganya harus lulus pemeriksaan medis dan keamanan. Jika lulus mereka akan dijadwalkan pergi ke Amerika.

Pengungsi akan mendapat bantuan dari sembilan badan yang mendukung pemukiman untuk menemukan tempat tinggal yang layak huni. Afiliasi setempat badan itu juga menyediakan makanan, pakaian dan bantuan untuk mendapat layanan kesehatan dan pekerjaan. Sebagian negara bagian dan badan-badan pemukiman juga memberikan uang tunai, layanan kesehatan dan pelatihan Bahasa Inggris dan bantuan lainnya tetapi program itu mendorong pengungsi untuk mandiri secepatnya.

Setiap tahun cabang eksekutif pemerintah dengan masukan-masukan dari kabinet dan Kongres menentukan berapa banyak pengungsi yang akan diterima. Ada beberapa kondisi pengungsi yang menjadi prioritas The United States Refugee Admissions Program (USRAP). Kemudian pemerintah federal mengkonsultasikan dengan negara-negara bagian dalam menentukan permukiman. Para gubernur bisa membatasi layanan bagi pengungsi dengan memblok bantuan kepada badan-badan tingkat negara bagian.

 

Sumber: international.kompas.com

Saturday, December 19, 2015 - 15:15
Kategori Rubrik: