Bagaimana Menjadi Orang Kristen yang Membenci

ilustrasi

Oleh : Ferdinand Tobing

Yesus dan para nabi adalah haters. Mereka adalah para pembenci.

Amos, Mika, Yesaya tidak menjadi lovers atau berwelas asih, tetapi menjadi haters/pembenci : kesewenang-wenangan penguasa, para agen ketidakadilan, dan pemimpin agama/politik yang munafik. Orang-orang sok suci.

Yesus tidak bersikap sopan, melainkan mencaci memaki orang-orang sok suci itu: politisi agamis, pemimpin agama yang berpolitik pencitraan. Itu sebabnya para penguasa dan pemimpin agama balik membenci Yesus dan menindasnya.

Alkitab, jika kita care memperhatikan, mungkin adalah satu-satunya buku kuno pada masa nya yang paling ofensif terhadap kemunafikan dan ketidakadilan. Tak ada buku seperti kitab-kitab di dalam Alkitab. Terhadap dua kejahatan tersebut, kemunafikan dan ketidakadilan, para nabi meneriakkan dan menulis manifesto perlawanan dengan terang-terangan -- Alkitab kita.

Rasul seperti Paulus, dengan etos para nabi dan Kristus, bahkan terang-terangan mengatakan, "perjuangan kita... melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini... ".

Alkitab dipenuhi kisah perlawanan terhadap musuh, tidak jarang peperangan, dan bagi Paulus, jelas siapakah musuh yang dilawannya. Sikap Paulus adalah sikap yang jauh dari hanya memasrahkan apapun pada kebijakan penguasa. Tidak. Ia mengibarkan panji perlawanan.

Oleh sebab itu, bagi saya, menjadi kristen adalah ambil bagian di dalam gerakan perlawanan terhadap musuh. Menjadi hater. Seperti para nabi dan Kristus.

Orang kristen punya musuh! Ya, dan orang kristen membenci dan melawan musuh-musuhnya.

Musuh orang-orang kristen bukan orang-orang yang ada di pihak Kristus, yaitu: sesamamu manusia, orang-orang miskin, orang-orang yang berduka, para pendamai, orang-orang yang tertindas oleh karena kebenaran, orang yang terpinggirkan oleh kelas sosial, orang-orang berdosa di mata kekuasaan agama, bangsa-bangsa lain (orang kafir), dst. Orang-orang seperti ini, dikasihi Kristus. Kristus memanggil mereka sahabat. Dan mereka adalah kita.

Tetapi musuh orang-orang kristen adalah kekuasaan yang menindas dan orang-orang sok suci.

Yok, orang-orang Kristen: jadilah haters. Kita tahu, siapa musuh kita, siapa yang kita benci.

Sumber : Status Facebook Ferdinand Tobing

Friday, September 20, 2019 - 19:00
Kategori Rubrik: