Bagaimana Kamu Mau Mengalahkan Cinta?

Oleh : Sahat Siagian

Dia dipanggil dengan lambaian tangan oleh seorang gadis cilik dari kejauhan. Lelaki itu balas melambai dari kotak kehormatan. Sang gadis bersikeras memanggilnya.

Tak bisa tidak, lelaki itu turun dari tribun, melangkah cepat, menghampir gadis cilik tak punya kaki. Dia berjongkok untuk dapat mendengar suara sang gadis di stadiun raksasa yang padat oleh puluhan ribu orang.

Gadis itu memberinya sebuah kotak. Itu amanat teman-temannya untuk disampaikan kepada lelaki yang telah memberinya kursi roda. Di dalamnya terdapat sebilah bidang tempat 7 huruf menempel kacak.

Lelaki itu membuka jasnya, menggulung lengan baju, menerima tabung berisi anak panah berikut busur, mengikatkannya di pinggang. Dia mengambil satu anak panah, menempatkannya, menariknya, mengambil napas, memusatkan titik tujuan. Beberapa puluh detik kemudian anak panah itu melesat, menghantam papan bertempatkan 3 huruf "DIS" untuk memberi ruang kepada 7 huruf berdiri tegak, kacak, tamam: ABILITY.

Lelaki itu mendapat amanat agung yang melebihi Injil atau kitab suci mana pun: enyahkan DIS dari kesanggupan manusia, dari pergaulan kanak-kanak, dari pengharapan dunia. Secara simbolik dia telah menjungkalkannya di stadiun itu, di hadapan mereka yang 'able' secara unik.

Hari berganti, malam bersilih pagi. Mulai hari ini lelaki itu akan menghantam DIS dengan gada, sekuat tenaganya, semaksima upayanya. Sebab manusia "able" dalam kepelbagaian. "DIS" adalah kepicikan yang setara ucapan nyinyir "lampu merah", "bocor", "rentan", dan semua yang membuatmu mual.

Segala sesuatu sungguh amat baik, baik kamu yang berkaki atau tidak, yang berpenglihatan atau tidak, yang bertangan atau tidak. Segala sesuatu memukau di dalam cinta

DIS ada di sana, di tengah mereka yang berhati busuk, di antara mereka yang melihat ancaman dan tantangan sebagai lenguh menyakitkan, di dada mereka yang lebih lantang menyuarakan kebohongan.

Jadi, bagaimana mungkin kamu bisa mengalahkan cinta, dungu?

Sumber : facebook Sahat Siagian

Monday, October 8, 2018 - 14:30
Kategori Rubrik: