Bagaimana Islam Diperankan Seislami Mungkin

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Periode menata isi kepala (belajar logika) adalah pencarian kebenaran via metode rasional atau mantiqi. Kenapa tata kelola isi kepala ini menjadi penting, karena Imperialis menyandarkan kejayaannya pada proposisi tipuan yang diulang-ulang (repetisi). Masyarakat yang tak dapat mengelola isi kepalanya akan bisa dan habis dijajah, dihegemoni, bahkan dizombiekan.

Dieksploitasi potensi hewaninya. Pencarian ini dikenal sebagai filsafat masyaiyah atau paripatetik. Di pesantren dipepajari di kitab kuning mantiq misal Sulamul Munawraq.

Pencarian kebenaran berikut adalah melalui ilmu kalam. Bersumber dari teks kitab suci yang dipadu dengan rasionalitas mantiqi. Ini jalur para mutakalimin yang dikenal dengan teologi. Filsafat ketuhanan atau ontologi.

Para urafa, atau ulama ahli makrifat, menapaki pencarian kebenaran via langsung menempuh jalan dalam bimbingan guru mursyid. Mereka seperti laron terbang hendak mencapai sumber cahaya mencapai garis finish musyahadah (penyaksian batiniyah). Seluruh sayap-sayap keakuannya gosong terbakar, tersingkap semua hijab yang mengjalangi penyaksian batin.

Pencarian kebenaran via lain adalah lewat logika dan huduri, dikenal dengan filsafat Isyraqiyah (iluminasionis). Gabungan kekuatan kaidah rasionalis dengan dauq huduri mistisisme/gnostik.

Filsuf Sadruddin Muta'alihin mensintesiskan keempat jalur diatas ke dalam Hikmah Muta'aliyah. Terang-benderang filsafat Timur yang ketika dihadapkan kepada pandangan dunia Barat yang materialis empiris positifis skeptis, tampak pandangan dunia Barat hanya cangkang-cangkang kulit luar yang berserakan. Kerlip-kerlip pantulan hasil teknologi untuk mengjegemoni kelas bawah manusia.

Santri Kalong : Ada dikatakan bahwa Islam terhalangi (termahjub) oleh orang Islamnya sendiri. Al Islam mahjubun bil muslimin. Apa maksudnya Kang ?

Kang Mat : Karena Islam diperankan oleh orang Islam (muslim) jauh dari penalaran dan amaliyah yang benar. Ini terkait kadar presisi persepsi terhadap sumber muhkam dan sumber ambigu kitab Al Quran. Terhadap sumber yang ambigu kita mengalami darurat adanya penerjemah wahyu sepanjang masa. Ini satu-satunya peluang untuk terjadinya persepsi presisi, yang sesuai substansi manifesto ilahiyah ini.

Santri Kalong : Bagaimana caranya Islam diperankan se-Islami mungkin ?

Kang Mat : Daturat terhadap pengganti tugas nabi dalam menjelaskan wahyu tanpa bias, menimbulkan kebutuhan adanya pemimpin yang sekaligus penakar kondisi zaman, kapan umat harus berperang dan tidak berperang. Dimana ketaatan dapat tersandarkan selain kepada Allah dan Rasul, yakni pada : orang beriman yang mendirikan shalat dan bersedekah sambil rukuk. Karena setiap orang beriman (mukmin) harus punya tiga maula : Allah, Rasul dan Orang beriman yang mendirikan shalat, dan bersedekah sambil rukuk. Itu bukan kata saya, tapi kata Al Maidah 55. Tanpa terpenuhinya kebutuhan darurat ini kita sulit menemukan Yusrisprudensi Islam yang terpresisi dengan manifesto Ilahi. Tanpa yurispudensi yang presisi dengan manifesto ilahi, di tangan umat ini teori (nalar) kita belum lengkap, akan menuntun pada amaliah yang masih berserak. Belum dalam satu keutuhan fazle Al Haq.

Bung Cebong : Jadi bagaimana dong, dengan kita yang masih begini?

Kang Mat : Setidaknya Bong, jangan pernah berhenti belajar. Kau ada akal, gunakan. Jangan terima kalau orang lain mau mencuci otakmu. Kini jaman teknologi informasi, berseliweran tingkat-tingkat kebenaran informasi. Hendaknya otakmu jadi kamera jernih, jangan hasil jepretan kabur. Gunakan kejernihan akal dan jiwamu. Jangan mudah merasa benar sendiri dan merasa hebat, itu hakikatnya iblis sedang bore-bore kamu. Dengan keyakinan yang kamu punya, hiduplah layak di tengah manusia, alam dan di sisi Tuhanmu. Jangan bawa keyakinan mu di arena pameran, untuk disanding-sanding dan dibanding-banding dengan keyakinan orang lain seperti ajang kontestasi. Apapun keyakinanmu masyarakat hanya melihat manfaat dari berkeyakinan itu apa ?
Menjadi bermanfaatlah bagi banyak manusia.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

 
 
 
 
 
Thursday, February 27, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: