Bagai Anak Ayam Kehilangan Induknya

ilustrasi

Oleh : Niluh Djelantik

Dearest Bapak Koster kesayangan, ini mungkin surat saya yang kedua buat bapak. Kasihan deh saya, kalo bikin surat pasti ada yang sewot. Padahal saya kan manis, penyayang dan suka berbagi xixixixixi.

Pak.
Silakan jadi gubernur lagi nanti, tetapi......
( Kesayangan silakan baca SAMPAI SELESAI agar kita tidak salah paham wkwkwkwkwk )

Gubernur Bali itu adalah pelayan rakyat sejati.
Gubernur Bali itu adalah mengayomi.
Gubernur Bali itu adalah pemimpin yang bijak dan adil.
Gubernur Bali itu menenangkan.

Tapi sepertinya itu hanya angan-angan dan jadi mimpi belaka.
Entah apa yang ada dalam pikirannya.
Entah beliau paham atau tidak kondisi rakyat saat ini.

Rakyat yang dia datangi untuk meminta suara mereka.
Yang dia janjikan ini dan itu.
Setelah dua tahun mana realisasinya ?

Menjadi pemimpin itu seharusnya merangkul.
Bukan memukul.

 

Ingat kejadian party bule Cemagi pertengahan April lalu ?
Duh baru nyadar hari ini, surat terbukaku ternyata ditanggapi.
Gak tanggung-tanggung. Oleh sang gubernur, wakil gubernur, dan wakil Bupati Badung.

Cie cie cie.....kompak ni yeee

Jawabannya,"Itu video lama."
Gubernur Bali bahkan menyatakan bahwa video ini sengaja diunggah untuk mengganggu suasana Bali di tengah pandemi Covid-19.

Surat terbuka saya ke Gubernur saja sampe ditanggapi dibikinin konpers. Ternyata penting juga ya Pak harus klarifikasi sana-sini mengatakan video pesta itu video lama dan sengaja diunggah untuk mengganggu suasana Bali.

Kepala Desa Cemagi, Pihak Kepolisian turun tangan lho Pak di lokasi kejadian. Bule penyelenggara pesta minta maaf dan videonya ada dimana-mana. Keesokan harinya kalau gak salah.

Bulenya juga minta maaf ke saya melalui pesan pribadi.

Kok malah dibilang video lama.
Video lama dari Hong Kong wkwkwkwkwk.

Kalau saya mau perpanjang. Saya bisa meminta pertanggungjawaban lho tentang pembohongan informasi publik. apalagi sekelas pejabat yang menyampaikan.

Saya kasi panggung itu untuk kalian pakai sebagai ajang menunjukkan bahwa Bali bermartabat dan turis harus taat aturan.

Ini kok malah saya yang dijadikan bulan-bulanan.
Bahkan media-media memberitakan saya macam-macam wkwkwkkwwk.

Asudahlah.
Membaca lagi berita hari ini mengenai kerumunan tanggal 23 Mei 2020 si Bapak langsung kasi keterangan pers. Intinya menyatakan bahwa kerumunan jam 3 pagi 23 Mei 2020 di Kampung Jawa adalah peristiwa yang bersifat spontan. Lalu meminta agar jangan mengaitkan dengan kasus Ngaben Sudaji.

Mimih ratu.
Sejak pertama kali kasus Sudaji hingga penyelenggara ditetapkan sebagai tersangka, Pak Gubernur kemana aja ?

Apakah pernah bikin statement yang menenangkan warga Desa Sudaji ? Gak perlu konpers segala. Cukup kasi pendapat sebagai seorang warga Bali yang paham aturan upakara Ngaben. Prosesnya. Perencanaannya. Pelaksanaannya yang sebenarnya sudah mengikuti aturan protokol kesehatan. Tapi kasus jalan terus bahkan sudah ada tersangka.

Detil semua ada pada postingan Gede Pasek Suardika. Kan banyak tuh oknum disosmed yang "memata-matai kami". Pasti nyampe informasinya ke bapak.

Si Catur Dalem Watuaye yang dari bulan lalu sibuk wawancara sana-sini memojokkan seorang Niluh Djelantik saat video Cemagi viral. Bahkan mengancam bahwa Niluh harus ditangkap. Catur Dalem yang notabene adalah bagian dari Pemprov Bali, kecuali kalau kartu pengenalnya bukan asli wkwkwkwk....daripada ngoceh gak karuan. Mending dia disuruh jadi tukang catat masukan warga. Yang jelas-jelas peduli dan cinta pada Bali, tanah kelahiran mereka. Bukannya malah memukul warga.

Kalau kepala lurus. Ekornya pasti juga lurus.

Jadi jangan salahkan kalau rakyat bertanya pemimpinnya kemana aja.
Jangan salahkan kalau rakyat mengkritik.

Karena kritik itu adalah ungkapan rasa sayang agar yang dikritik bisa introspeksi dan melakukan perbaikan.

Ini masukan yang konstruktif buat bapak dan jajaran bapak.
Kami tidak ada kepentingan selain menyuarakan kepentingan rakyat.

Mohon kali ini rakyat Bali dirangkul.
Jangan dipukul.

Jangan bikin hati rakyat Bali terluka pak.
Apalagi ditengah musibah yang telah membuat ratusan ribu kehilangan pemasukan.

Mereka diam tapi mereka akan mencatat di hati mereka yang terdalam. Seandainya di pemilihan nanti bapak mau nyalon lagi. Mereka sudah punya catatan apakah pantas jika bapak diperjuangkan kembali tidak.

Apakah pantas jika bapak mengetuk pintu mereka lagi sambil mengatakan,"pilih saya."

Mereka sudah punya jawabannya.

Saya sih sangat setuju pak.
Bapak jadi gubernur lagi.
Tetapi dengan satu catatan.

Silakan.
Asal jangan di Bali ya Pak xixixixixi.

Dari rakyat jelata yang punya suara.
Dan saya akan terus bersuara. Sekalipun langit runtuh.
Niluh Djelantik.

https://arrahmahnews.com/…/surat-pedas-terbuka-niluh-djela…/

https://nangunsatkerthilokabali.com/wagub-cok-ace-masyarak…/

https://baliilu.com/soal-privat-party-ekspatriat-begini-kr…/

https://diksimerdeka.com/…/tanggapi-tuduhan-ni-luh-djelant…/

http://lenteraesai.id/…/mengkounter-surat-terbuka-luh-djel…/

https://koranjuri.com/tanggapan-pemprov-bali-soal-gaduh-pe…/

https://www.kabarnusa.com/…/heboh-video-pesta-ekspatriat-sa…

https://jarrakpos.com/…/tuduhan-tak-sesuai-fakta-ts-niluh-…/
https://jarrakpos.com/…/gubernur-koster-status-di-media-so…/

https://bali.antaranews.com/…/koster-tanggapi-surat-terbuka…

https://www.kompas.tv/…/viral-video-wna-sedang-berpesta-di-…

https://jarrakpos.com/…/menang-telak-target-dua-tahun-kost…/

http://metrobali.com/beda-dengan-kasus-sudaji-gubernur-ko…/…
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster yang juga selaku Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali. Denpasar (Metrobali.com)- Gubernur Bali Wayan Koster yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali angkat bicara dengan munculnya kasus kerumunan...

Wednesday, May 27, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: