Badan Sehat Belum Tentu Jiwa Sehat

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Boooommm ... Jlegeeerrr ... asap tebal membumbung tinggi ke angkasa ... darah muncrat kemana-mana ... jeritan orang-orang ketakutan menggema dimana-mana ... nyawa orang-orang yang tidak bersalah tercabut seketika ... akibat ulah manusia-manusia berbadan bugar tapi dengan jiwa yang keropos ...

Jaman dahulu ... bahkan sampai sekarang ... ; mungkin pepatah Yunani kuno dianggap bagus ..."Mensana in corpore sano".

Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Tetapi benarkah demikian ...???

Mari kita perhatikan sekitar kita ... :

1. Kita lihat keadaan rumah sakit jiwa ... ; banyak orang yang dirawat di tempat tersebut berbadan sehat ... tetapi benarkah jiwanya ; dalam hal ini pikirannya sehat ... ???

2. Di jalan-jalan banyak orang berbadan sehat berjalan ... tetapi pikiran atau jiwanya terganggu ... ; mereka bisa mengendarai mobil bagus bahkan bisa digolongkan kelas atas ... tetapi ketika mereka membuang sampah sembarangan ...???
Masih bisakah mereka digolongkan orang yang sehat pikirannya ...???

3. Anggota dewan terhormat ... yang dipilih untuk mewakili rakyat semuanya berbadan sehat ... tetapi apakah jiwanya sehat ...???

4. Para teroris yang memiliki badan amat sehat ... yang suka berpenampilan agamis ... tapi dengan seenaknya membunuh orang-orang yang tidak bersalah apapun terhadap dirinya ... yang mengkafir- kafirkan orang lain sekehendak hatinya ... apakah jiwanya sehat ... ???

Semua realita di atas telah mematahkan pepatah Yunani kuno : "Mensana in Corpore Sano" tersebut.

Mari beralih ke warisan Kearifan Leluhur Nusantara ... :

Perhatikan bait lagu Indonesia Raya ... tertuliskan :

” Bangunlah jiwanya … Bangunlah badannya” ; bukan "Bangunlah badannya ... Bangunlah jiwanya".

Memang leluhur nusantara sangat memahami korelasi antara kesehatan badan dan jiwa.

Jiwa yang sehat, menumbuhkan atau menghasilkan badan yang sehat ; bukan sebaliknya ... !!!

Saat itu belum ada penelitian akan hal ini, namun sekarang pemahaman leluhur kita ini dapat dibuktikan melalui penelitian dari beberapa pakar Jepang ; antara lain :
Penelitian yang dilakukan oleh Masaru Emoto tentang air ... membuktikan bahwa pikiran memberikan pengaruh terhadap kesehatan badan.

Pikiran baik ... mampu memberikan efek terhadap keindahan molekul air.

Penelitian tentang enzym ... yang dilakukan oleh Hiromi Shinya membuktikan ... bahwa pikiran yang ceria dan bahagia memicu peningkatan kualitas dan kuantitas enzym yang bermanfaat bagi terjadinya peningkatan kesehatan badan.

Adalah Doktor Shigeo Haruyama ; yang menemukan pikiran yang baik dan ceria akan menghasilkan terjadinya peningkatan kualitas dan kuantitas hormon yang disebut "Beta Endhorphin" ... Hormon yang meningkatkan kesehatan tubuh.

Pikiran yang baik adalah pikiran yang tidak stress ; pikiran yang penuh rasa syukur.

Pikiran yang tidak iri terhadap keberhasilan atau kepentingan orang lain.

Pikiran yang diliputi kemarahan dan ketakutan atau kecemasan, memicu terbentuknya hormon "Noradrenalin" ... suatu hormon yang bersifat racun.

Para ahli peneliti Jepang telah bisa membuktikan bahwa kata mutiara warisan leluhur nusantara bisa menyehatkan tubuh.

Marilah kembali ke pepatah leluhur nusantara ; sebagai pedoman hidup dalam kehidupan yang sedang kita jalani.

Rahayu ...

Sumber : Status Facebook Eddy Pranajaya

Monday, December 2, 2019 - 09:00
Kategori Rubrik: