Bad News Is Good News

ilustrasi

Oleh : Dody Djunaedi

Orang meraih popularitas atas dasar kepintaran, bakat dan prestasi adalah hal yang wajar dan memang semestinya. Dan sejarah tentunya telah banyak mencatat orang2 seperti ini dengan tinta emas. Mereka akan dikenang dari generasi ke generasi dan terus diceritakan untuk menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi selanjutnya.

Namun di era milenial ini, di jaman medsos memenuhi seluruh ruang kehidupan kita, dimana interaksi sosial lebih banyak dihabiskan di dunia maya dibanding di dunia nyata, melalui smart phone yg jarang lepas dari tangan kita, maka semuanya pun berubah total. Untuk menjadi populer dan terkenal tidak perlu harus pintar dan berbakat. Malah justeru sebaliknya, lakukan saja hal-hal negatif yg konyol, kontroversi, ekstrim dan bodoh sebodoh2nya, bisa berupa tulisan ataupun video, lalu anda upload di medsos, dan dalam hitungan jam anda akan terkenal. Mau contoh? Banyak sekali...., yang paling gampang adalah mereka para penghina Presiden, Pemerintah, TNI dan Polri Saya sampai heran kenapa manusia2 seperti ini kok tdk pernah habis? Sudah banyak yg ditangkap dan diproses tapi ternyata terus bermunculan kembali. Apakah ini murni krn kebencian yg tdk bisa mereka kendalikan atau justeru menjadi modus atau cara mrk buat jd populer dan terkenal ? Beberapa nama yg berhasil populer dengan cara ini misalnya Jonru, Rocky Gerung, Si Naen, dan banyak lagi. Mereka tidak khawatir menempuh jalur popularitas secara negatif ini karena yakin bahwa iblis sekalipun juga tetap punya pengikut. Artinya tetap akan selalu ada yg rela menjadi pengikut dan pembela mereka.

Di kalangan selebritis atau orang-orang yg ingin jadi selebritis, siapa yg skr tidak kenal dengan Lucinta Luna ? siapa orang ini? apa prestasinya? tidak ada, selain mengaku sebagai wanita tulen dan hamil tapi terus keguguran. Lalu siapa Barbie Komalasari, dgn ceritanya terbang dari jakarta ke Amerika hanya dalam waktu 8 jam dan lantas menjadi viral dan terkenal. Apakah anda yakin itu krn semata2 kebodohannya? Bukannya memang kesengajaan? Biarin deh dianggap bodoh dan norak yg penting jd terkenal dan dipanggil bergantian oleh stasiun tv. Dia dapat honor, dan kita yg mengejek dan membully dia cuma dapat tambahan dosa, hehehe...

Jadi sekarang, apakah kita juga masih yakin kalau pernyataan yang mulia gabener DKI agar warga jakarta yg tdk punya toilet bisa numpang boker di tetangga itu adalah juga murni karena kebodohannya ? bukannya memang kesengajaan utk terus memancing komentar dan menjadi berita yg bisa menjaga popularitasnya tetap melambung. Ingat, dalam dunia jurnalistik masih berlaku paradigma Bad News is Good News. Dan nama2 tersebut diatas termasuk yang mulia gabener DKI benar-benar mampu memanfaatkan paradigma tersebut dengan baik. Jadi yang bodoh sebetulnya siapa?

Sumber : Status Facebook Dody Djunaedi

Thursday, October 10, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: