Bacalah Para Pemuja Prabowo

Ilustrasi

Oleh : Judiarso Kurniawan

Fakta menyebutkan bahwa Prabowo pernah maju sebagai cawapres memdampingi capres Megawati di pilpres 2009. Saat itu Prabowo tidak mempersoalkan Megawati menjual Indosat ketika menjadi presiden RI di masa sebelumnya. Baru ketika Prabowo maju sebagai Capres di Pilpres 2014, Prabowo mempersoalkan Megawati menjual Indosat. Fakta ini menimbulkan sebuah pertanyaan yaitu, apakah politik Prabowo benar-benar memikirkan kepentingan rakyat atau cuma memikirkan ambisi pribadinya menjadi penguasa di negeri Ini seperti mantan mertuanya dulu? Sejak pilpres 2014 pertanyaan ini sudah eyang tanyakan di setiap ada kesempatan berdebat dengan para pemuja Prabowo di facebook, tapi hingga sekarang belum pernah eyang temukan di antara mereka ada yang mampu menjawab dengan cerdas. Tampaknya pertanyaan eyang ini adalah pertanyaan yang terlalu sulit untuk dijawab pemuja Prabowo. It's oke. Kita pindah ke topik yang lain saja, deh. Yang ini biar direnungkan dulu oleh para pemuja Prabowo, barangkali ada manfaatnya untuk mempercerah wawasan.

Titiek Suharto mantan istri Prabowo. Mana mungkin dia tidak kenal betul Prabowo orangnya kayak gimana. Kalau Prabowo lelaki sejati yang pantas dipuja, Titiek tentu ingin bisa kembali bersama Prabowo. Tapi nyatanya Titiek tetap memilih sendiri. Bahkan Titiek menyatakan siap mendukung Jokowi nyapres.

Bagaimana dengan pendukung Prabowo? Mereka sebenarnya tidak kenal betul siapa Prabowo, tapi kalau berdebat soal capres seperti merasa kenal betul. Yakin sekali kalau Prabowo tidak ada salahnya sama sekali. Setiap kebrengsekan Fadli Zon sebagai politikus gedung Senayan yang sudah banyak dan jelas pun jadi dianggap ga perlu dikritik atau dipersoalkan hanya karena dia orang dekat sekaligus kader kesayangan Prabowo sehingga setiap berbuat salah tdk pernah ada herita mendapat teguran atau sanksi dari Prabowo. Fadli Zon tetap bebas ngoceh atau berbuat apa saja spt dukung Donald Trump nyapres di AS padahal Prabowo sudah teriak2 mengecam antek asing. Setya Novanto pun dibela Fadli Zon mati-matian di Mata Najwa sekalipun rekaman Setya Novanto, Reza M. Chalid ( yg mengaku bantu nyumbang Prabowo nyapres sampai habis Rp 500 M) dan petinggi Freeport jelas menunjukkan bahwa Setya Novanto melanggar etika sebagai wakil rakyat yang bukan ranahnya melakukan pekerjaan eksekutif bahkan tanpa didampingi atau berkoordinasi dengan pihak eksekutif. Parahnya lagi, Setya Novanto minta bagian saham dari freeport untuk kepentingan pribadi, memanfaatkan jabatannya sebagai ketua DPR. Fadli Zon malah membela Setya Novanto. Entah dia malu atau tidak dibantai Najwa Shihab dan Ruhut Sitompul di Mata Najwa itu. Seharusnya ini mencemarkan nama baik Partai Gerindra. Tapi Prabowo diam saja, membiarkan masyarakat waras dan cerdas menilai dia tidak bisa mendidik kadernya dengan politik yang bermartabat. Kenapa Prabowo seperti takut kehilangan Fadli Zon yg sudah banyak bertingkah mencederai amanat rakyat? Bisa jadi Fadli Zon seperti Titiek Suharto juga. Sama-sama tahu betul siapa Prabowo sebenarnya.

Setelah para pendukung Prabowo menyimak ulasan eyang di atas, muncul pertanyaan logis dan relevan sbb :

(1). Apakah pendukung Prabowo tetap setia memuja Prabowo dan tetap yakin dia capres terbaik di NKRI?
(2). Jika masih, apa alasannya?
(3). Manfaat apa yang mereka peroleh dari upaya habis-habisan mereka membela Prabowo jika ada pihak lain yang mengkritik Prabowo?

Disesuaikan dengan judul tulisan ini, eyang rasa lebih baik pertanyaan-pertanyaan itu tidak usah eyang bahas di tulisan ini karena menurut eyang ini penting juga untuk dijadikan bahan renungan, terutama buat para pemuja Prabowo yang suka mencela capres rival Prabowo. Bahan renungan itu tidak hanya berupa pernyataan loh, cu. Pertanyaan pun juga bisa direnungkan. Selamat merenung..

Sumber : Status Facebook Judiarso Kurniawan

Tuesday, April 17, 2018 - 13:00
Kategori Rubrik: