Ayo Kita Kritisi Jokowi Bersama-sama

ilustrasi

Oleh : Rony Argata

MASYARAKAT UNGGUL,INDONESIA AKAN MAJU
"Tanggal 20 Oktober 2019 adalah pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,yaitu bpk.Ir.Joko widodo dan KH.Ma'ruf Amin.
" Dengan dilantiknya presiden dan wakil presiden tsb,...Mari kita bersama sama kawal pemerintahan presiden jokowi hingga thn.2024.
Bagaimana caranya??

"Presiden joko widodo adalah presiden sah secara konstitusi.Terlepas ada rakyat yang setuju atau tidak setuju,cocok atau tidak cocok,menyambut dg gembira atau menyambut dg caci maki.
Tidak akan merubah keadaan.Beliau tetap menjadi presiden RI.
Pilihanya hanya ada 2 :
-Mengawal pemerintah dan ikut membantu tugas pemerintah dalam memajukan bangsa ini atau
-Tetap membenci,mencaci dan terus melakukan intrik intrik negatif,membuat rusuh,menyebarkan berita yg meresahkan.
Itu adalah pilihan kita semua.Terserah mau pilih yg mana.
" Rakyat yang cerdas dan sdm yang unggul,tentu akan lebih memilih mengawal pemerintah dan ikut berpartisipasi demi kemajuan negara.

Yaitu dg cara:
Apabila menjadi pendukung pemerintah,dukunglah dg cara mengedukasi masyarakat,menyampaikan program2 pemerintah pro rakyat dan ikut mengawasi jalanya pemerintahan,agar programnya tercapai dg baik.
Apabila memilih menjadi oposisi,jadilah oposisi yang cerdas dan berintegritas.Kritiklah pemerintah dg cara cara yang baik dan beradab.Melalui kanal kanal yang sudah disediakan.Melalui jalur hukum dan undang undang yang sudah disediakan.

"Presiden jokowi adalah presiden kita semua
Presiden jokowi adalah manusia biasa.
Presiden jokowi masih banyak salah dan khilaf.
Praesiden jokowi bukan manusia yang sempurna.
Kebaikan bukan milik satu orang.
Kebaikan tidak dapat berdiri sendiri,akan tetapi membutuhkan peran serta banyak orang.
" Bagaimana cara kita ikut mengawasi program pemerintah berjalan dg baik?

Indonesia terdiri dari 34 propinsi,416 kabupaten,98 kotamadya,7094 kecamatan,8480 kelurahan,dan 74.957 desa.
Sebuah kawasan yang sangat luas.
Kita sbg rakyat,kita bukan pejabat pemerintah,kita bukan anggota DPR....,yang bisa melihat kondisi dan apa yang terjadi di daerah daerah yang segitu luasnya.Seorang presiden saja,dalam 5 tahun memerintah,belum tentu bisa mengunjungi 416 kabupaten dan 98 kota.apalagi 74.957 desa.Tidak mungkin dilakukan.
Apalagi kita rakyat biasa,...jauh dari panggang api.

Artinya apa....,kita tidak mungkin bisa ikut membantu mengawasi apa yg terjadi di daerah bukan tempat tinggal kita.Rakyatnya kelaparan apa tidak,hak kesehatan terpenuhi apa tidak,pendidikan anak2 bagaimana.
Hal yang mustahil kita lakukan mengawasi dari sabang sampai merauke.
Padahal kita butuh data valid,terverifikasi kebenaranya,dan paham betul kejadian sebenarnya,akar masalahnya apa dsb.

Kita sering dapat informasi lewat medsos,keadaan suatu daerah.informasi tsb,kemudian dikasih narasi narasi yang bombatis,lalu kita ikut menshare,akhirnya jadi viral.Jadi bahan pergunjingan,olok olok dan ujungnya melecehkan pemerintah,
Tidak becuslah,tidak adillah,bohonglah dsb.Dan lebih ekstrem lagi menghujat pemerintah dg kata kata kotor,dan nama2 binatang keluar.

Kalau boleh jujur,jika kita ditanya berita tsb benar gak sich?
Ya gak tahu,tp itu sdh viral,pasti benarlah.
Kita belum bisa meyakini 100% atas berita yang beredar,sebab:
Kita bukan warga daerah kejadian.
Kita tidak bisa memverifikasi ke validan berita tsb.
Kita tidak bisa apa akar masalah sehingga terjadi berita tsb.
Kita tidak bisa,hanya asumsi belaka.
Karena kita orang jauh.
Lalu apa yang dapat kita lakukan??
Kontrol dan awasi apa yg terjadi di daerah kita masing2.di desa kita masing2,maksimal tingkat kecamatan sampai kabupaten saja,tmpt tinggal kita.itu sudah cukup.
Karena kejadian yang terjadi di desa,kecamatan maksimal kabupaten, pastilah kita akan paham betul kejadian tersebut.dan kita bisa meyakini kebenaranya.

"Mari...!!!mulai sekarang,awasi daerah kita masing masing.
-apakah dana desa sdh digunakan dg baik dan benar?
-apakah layanan kesehatan sdh bagus?pasti kita lebih tahu.
-apakah masih ada warga yg miskin yg tdk dapat tunjangan kesejahteraan?
Apakah pelayanan publik sdh baik? Dsb.
Dengan cara bagaimana...??
Apakah caranya dg memviralkan di medsos?
Memviralkan berita yg terjadi di daerah kita lewat medsos,adalah pilihan yang terakhir,apabila setelah upaya2 yg konstitusional,upaya melalui kanal kanal yang disediakan sudah buntu dan tidak ada penyelesaian,...dan sudah sangat keterlaluan,

Maka jalan terakhir adalah diviralkan di medsos.
Itu kalau kita ingin selesaikan masalah,ingin cari solusinya,harus lewat jalur yg benar.
Kalau jalur yg benar belum ditempuh,kemudian kita viralkan di medsos,itu berarti bukan ingin cari solusi,tapi memang disengaja utk mengolok olok pemerintah,biar opini publik menjadi liar dan menganggap pemerintah tidak becus.

Ditambah lagi,...kita yang bukan orang situ,umpama kejadianya di sumatera utara,dan kita orang jawa timur,ikut menshare berita tsb,tanpa bisa memastikan dan memverifikasi berita tsb,benar apa hoak.
Karena tempat kejadian jauh,tidak Mungkin kita akan terbang ke sumut,memastikan benar apa gak,kejadian tsb.krn kita bukan pejabat atau anggota DPR.Jadi yang paham betul adalah masyarakat setempat.
Itu kalau masalah tsb adalah masalah sosial masyarakat atau masalah yang terjadi dimasyarakat.
Tapi kalau masalah hukum,masalah politik dsb tentu beda lagi cara menyikapinya.Dan InsyaAlloh akan kita bahas pada tema yang berbeda.

"Berikut jalur jalur resmi yang dapat kita tempuh sebagai rakyat untuk ikut mengawal,mengkritik,dan mengawasi program pemerintah serta melaporkan aparat pemerintah yg tidak benar dan pelayanan publik yang kurang baik skala Nasional.
Kalau skala daerah atau propinsi silahkan cari informasi di propinsi masing2.Karena tiap propinsi beda beda dalam mengelola pengaduan publik.

1.IKUT MENGAWASI DANA DESA
" Laporkan apabila ada dugaan kuat penyelewengan dana desa,atau tidak digunakan sebagaimana mestinya.yg mana tiap desa dapat kucuran dana sekitar 800 jt/desa.Cara melaporkan melalui :
A.Aplikasi yg bernama: SISTEM INFORMASI PENDAMPINGAN DANA DESA (SIPADES).
Aplikasi ini dapat diunduh di playstore.
Merupakan aplikasi yang dibuat Kepolisian Republik Indonesia,untuk memudahkan masyarakat melakukan pengaduan.

B.Aplikasi bernama: SISTEM KEUANGAN DESA (SISKUDES).
Aplikasi ini dibuat oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
Fungsinya sama sbg media pengaduan masyarakat,dan bisa diunduh lewat playstore.

C.Melalui sambungan telepon di nomor : 1500040.
D.Melalui SMS di nomor: 087788990040 dan 081288990040.

2.PENGADUAN MASALAH LAYANAN PUBLIK,MASALAH SOSIAL EKONOMI,LAYANAN KESEHATAN,KEMISKINAN ATAU PROGRAM YANG TIDAK JALAN.
"Masyarakat dapat mengadukan setiap kejadian didaerah tempat tinggal masing masing yaitu melalui :
www.lapor.go.id atau bisa lewat aplikasi yang bisa diunduh diplaystore bernama LAPOR.

"LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) adalah sebuah sarana aspirasi dan pengaduan berbasis media sosial yang mudah diakses dan terpadu dengan 81 Kementerian/Lembaga, 5 Pemerintah Daerah, serta 44 BUMN di Indonesia. LAPOR! dikembangkan oleh Kantor Staf Presiden dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pengawasan program dan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik.

LAPOR! diinisiasikan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus interaksinya dengan pemerintah dalam rangka pengawasan program pembangunan dan pelayanan publik.

Hingga April 2019, LAPOR! telah digunakan oleh lebih dari 2.900.000 pengguna dan menerima rata-rata lebih dari 800 laporan masyarakat per harinya. LAPOR! menjadi cikal-bakal sistem aspirasi dan pengaduan masyarakat yang terpadu secara nasional.

" Demikian artikel ini saya buat,apabila ada kesalahan mohon dikoreksi.
Bagi yang belum mengetahui,semoga bisa bermanfaat.
Tetap optimis menatap masa depan,jadilah Masyarakat unggul InsyaAlloh Indonesia maju.

Sumber : Status Facebook Rony argata

Thursday, October 17, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: