Ayat Kurang Relevan?

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Ada beberapa ayat Al-Quran yang kalau kita renungkan kejadiannya di masa lalu, terasa sangat tepat, cocok dan relevan.

Namun kalau digunakan hari ini, nampaknya sudah tidak terlalu banyak lagi sesuai dengan zaman. Di antaranya ayat berikut ini :

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. (QS. Al-Anam : 97)

Di masa kini kita tidak lagi pakai bintang sebagai petunjuk jalan. Sudah banyak rambu lalu lintas, GPS, kompas dan seterusnya.

Bahkan para pilot yang terbang jauh antar benua, termasuk nakhoda kapal laut yang menyeberangi samudera, juga tidak lagi pakai bintang di langit sebagai petunjuk perjalanan.

Apakah lantas ayat ini menjadi expired, usang dan tidak lagi punya relevansinya?

Kalau sudah kurang relevan karena terjadi perubahan zaman, memang itulah kenyataannya. Namun kalau dibilang usang lalu dibuang, tentu saja tidak.

Ketahuilah bahwa Al-Quran banyak juga bercerita kisah umat terdahulu, seperti Firaun, kaum Luth, kaum Ad, kaum Tsamud, dan lainnya. Semua sudah punah dan tidak ada lagi hari ini. Apakah kita mau katakan bahwa kisah dalam Al-Quran itu kuno, usang dan harus dibuang?

Tentu saja tidak. Semua itu diabadikan dalam Al-Quran sebagai pelajaran bagi kaum yang berpikir.

Begitu juga saat Al-Quran bercerita pada suatu masa orang masih menggunakan bintang di langit sebagai petunjuk jalan. Itu adalah potret dari suatu kurun waktu yang diabadikan dalam Al-Quran.

Bayangkan dulu -once upon a time- nenek moyang kita pernah menyeberangi lautan samudera luas, tanpa peta, tanpa kompas, tanpa GPS, tanpa alat navigasi apa pun. Malah tanpa mesin sama sekali. Semata-mata mengandalkan angin yang bertiup tertangkap layar terkembang dan menggerakkan bahtera mereka.

Dan ternyata mereka bisa melakukannya. Maka hari ini saat kita sudah menemukan banyak teknologi, kita harus bersyukur atas semua karunia. Teknologi tidak harus bikin kita jumawa, tapi semakin mendekat kepada Allah.

Suatu ketika ada pesawat jatuh, penumpangnya diselamatkan pakai sekoci penyelamat di malam gelap. Maka bintang di langit bisa kembali digunakan sebagai petunjuk arah.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA
 
Saturday, January 18, 2020 - 15:00
Kategori Rubrik: