Ayat-Ayat Somad

ilustrasi

Oleh : Andreas Kristiadi

Belakangan ini beredar cuplikan video Ustad Somad (US), yg berisi pandangannya terhadap salib, simbol umat Kriatiani (Katholik dan Protestan). Menurut pandangannya, salib itu berisi jin kafir.

Beragam tanggapan umat Kristiani atas pernyataan US tersebut. Rerata menganggap pernyataan US adalah penghinaan terhadap simbol umat Kristiani. Ada yg geram. Ada pula yg 'seolah²' bersabar.

Bagaimanapun juga sesuatu yg menyinggung kepercayaan tertentu, akan membuat sakit hati pemeluknya. Itu wajar.

Tanggapan bukan saja dari umat Kristiani, namun tak sedikit umat Islam yg menyesalkan pernyataan US. Mereka menganggap US sebagai ulama, tak bijak melontarkan pernyataan yg menyinggung agama lain.

Menurut saya sendiri, umat Kristiani mesti belajar dari kasus yg menggemparkan di abad 20. Abad yg barusan lewat. Apa itu? Salman Rushdie (SR).

SR membuat tulisan yg berjudul Satanic Verses (Ayat² Setan). SR telah dianggap menghina umat Islam, sebab ia menyatakan bahwa Qur'an berisi ayat² setan. Lebih lanjut mengenai SR dan bukunya, silakan melacaknya via internet.

Bahkan GodBless grup musik cadas yg digawangi Ahmad Albar itu, sampai menciptakan lagu khusus utk menanggapi tulisan SR. Dalam lirik lagu yg berjudul Maret'89 dilantunkan dg gahar, bahwa Satanic Verses itu adalah ayat² yg menghina, ayat² yang membakar, perasaan manusia

Nah, apa yg perlu dipelajari dari kasus SR? Ternyata umat Islam sabarrrr banged menanggapi hinaan itu. Jika US cuma bilang, salib itu isinya jin kafir, maka itu masih belum seberapa jika dibanding dg apa yg dibilang SR, bahwa Qur'an adalah ayat setan. Mana lebih serem, jin atawa setan?

Alih² marah, umat Islam justru menanggapi dg kepala dingin dan hati yg tenang. Ini menandakan bahwa ajaran² Islam telah merasuk kuat dlm setiap sanubari pemeluknya. Islam yang damai, Islam yang santun, Islam yang berlimpah cinta kasih, Islam yang teduh, Islam yang mengayomi. Itulah Islam rahmatan lil alamin.

Umat Islam lebih mengutamakan akal budi, daripada otot dan kekerasan. SR pun diajak berdiskusi dalam forum ilmiyah. Sebab umat Islam sangat menghormati kebebasan berpendapat. Selain itu mrk juga merespon buku SR, bukan dg razia atau membakarnya, tapi dilawan dg tulisan dan buku.

Buku² mrk telah memblejeti kelemahan² dari pendapat SR, hingga SR tak berkutik lagi.
Ya, respon umat Islam sungguh mengagumkan dan menjadi suri tauladan bagi mrk yg merasa dihinakan kepercayaannya.

Tak heran bila negeri² yg berazaskan Islam menjadi negeri yg makmur dan maju dalam peradaban.

Untuk itu dalam kasus US, umat Kristiani perlu meniru umat Islam di atas. Undanglah US berdiskusi dalam suatu forum ilmiah. Tulis pendapat tandingan atas pendapat US tersebut. Hormati kebebasan berpendapat. Tak perlu menyeret US ke ranah hukum. Sekali lagi contohlah umat Islam yang berlapang dada, yg sudah begitu tinggi peradabannya itu. Jangan barbar.

---
eeehhhhh,,emmmm,, saya seperti mengerang². lalu istriku membangunkan saya. rupanya saya 'tindihen' (istilah jawa). yakni keadaan tidur dan bermimpi tapi sangat sulit bangun menggerakkan tubuh dan bernapas. memang tadi saya tidur sore, dlm tidur itu saya mimpi sedang menulis USSR. rupanya lagi asyik nulis, kok saya didatangi jin dan setan sekaligus,, mau lari sulit bangedddd. untung istri membangunkan. lalu disuruhnya saya lekas mandi, utk mengantarkannya pangkas rambut. duh,, setelah pangkas itu istriku nampak kayak bidadari yang selendangnya saya curi,, hih

Sumber : Status facebook Andreas Kristiadi

Sunday, August 18, 2019 - 13:45
Kategori Rubrik: