Awas , PKS Partai Pengusung Prabowo-Sandiaga Ditunggangi Organisasi Terlarang HTI

Oleh: Nadia

Pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno diusung oleh partai koalisi yaitu Partai Gerindra , Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan satu lagi Partai  Demokrat (PD) yang menyusul bergabung  belakangan dalam koalisi.
Diantara keempat parpol koalisi tersebut, PKS yang kelihatan paling getol untuk memuluskan jalan mendorong Prabowo terpilih sebagai presiden. Meskipun perwakilan dari PKS  yang sejak awal ditawarkan  tidak ada diambil sebagai  pendamping Prabowo, tetapi PKS nampaknya all out mengusung Prabowo-Sandiaga. Bukan hanya soal  mahar 500 milliar yang terus bergulir tetapi ada kepentingan lain yang bagi PKS juga amat penting yaitu soal menganti  sistim Negara ini menjadi khilafah yang selama ini diperjuangkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Hal itu nampak jelas didegungkan Mardani Ali Sera, ketua DPP  PKS saat awal getol-getolnya mengkampanyekan #2019GantiPresiden. Ia dengan terang-terangan mendegungkan juga #2019GantiSistim. Meskipun akhir-akhir ini semboyan ganti  sistim tersebut agak dikaburkan.

Keterlibatan HTI dalam #2019GantiPresiden juga tidak bisa ditutupi manakala di sejumlah daerah  terdapat tagar GantiPresiden terdapat  pula logo PKS dan HTI. Misalnya di Kabupaten Bandung, spanduk bertulis 'Ganti Sistem - Deklarasi 2019 Ganti Presiden - Jawa Barat Saatnya Khilafah Ditegakkan' terpasang di pertigaan Jalan Raya Warung Lobak, Gandasoli, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Spanduk tersebut  menampilkan foto Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto dan bendera HTI yang disandingkan dengan foto Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Di spanduk itu tertera lambang PKS.
Kemudian di Pontianak Kalimantan Beredar foto spanduk bertuliskan “SELAMAT MELAKSANAKAN DEKLARASI #GantiPresiden di Pontianak”. Tulisan lainnya  “Tegakkan Khilafah di Indonesia - Hizbut Tahrir Indonesia Wilayah Kalbar”. Selain itu dalam foto spanduk lainnya terdapat tulisan “GANTI SISTEM deklarasi 2019 GANTI PRESIDEN KALBAR” dan tulisan paling bawah “SAATNYA KHILAFAH DITEGAKKAN” Di pojok kiri spanduk terdapat logo Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan pojok kanan logo PKS. Di bawah logo  ada foto Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Meskipun hal itu ditolak mentah-mentah oleh pentolan PKS dengan alasan HTI telah bubar, tetapi faktanya memang HTI masih ada. HTI secara kelembagaan sudah dibubarkan, tetapi secara personal masih banyak eks anggotanya yang tetap menyebarkan ideology khilafah.

Kenapa HTI harus di waspadi menyusup ke pengusung Prabowo-Sandi?
Jelas, karena HTI lebih berbahaya dibandingkan kelompok separatis  karena jelas-jelas  menganut paham radikal dan ingin mengubah sistem demokrasi dengan Khilafah yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Gerakan HTI memberikan ancaman 4 pilar kebangsaan karena cita-cita dari misi perjuangannya adalah mengadakan perubahan total tanpa melalui proses sistem Pemilu pada sistem azas bernegara dengan menggantikan sistem Daulah Khilafah Islamiyah, artinya  dari perubahan total tanpa melalui proses Pemilu tiada lain HTI menolak konsep negara demokrasi. Jadi sebenarnya  hanya tinggal waktu  bagi HTI untuk  memberi tekanan dan melakukan kudeta karena secara ideologis tidak mau ditawar, harga mati berdirinya khilafah.

Membiarkan orang yang memimpin Negara ini di setir oleh HTI akan sangat berbahaya  karena itu sama saja membiarkan NKRI jatuh dan diganti dengan khilafah.  Bisa anda bayangkan ,apa yang akan terjadi dengan negara kita, kalau mereka jadi pemimpin?

Tuesday, September 18, 2018 - 12:30
Kategori Rubrik: