Awas Jebakan Betmen untuk Keluarga Jokowi

Oleh : Rudi S Kamri

Ada pertanyaan yang menggelitik menemani perjalanan saya ke Medan dan Langsa Aceh kali ini : Kalau saja Gibran Rakabuming atau Bobby Nasution BUKAN anak dan menantu Presiden Jokowi, apakah ada partai atau sekelompok orang yang mencalonkan mereka menjadi Walikota Solo atau Walikota Medan ?

Menurut analisa saya, berdasarkan teori probabilitas kemungkinannya SANGAT KECIL. Karena secara obyektif saat ini mereka BELUM mempunyai kemampuan, kapasitas dan kapabilitas yang layak dan mumpuni untuk dipilih menjadi pemimpin publik. 

 

 

Menurut saya seorang pemimpin publik secara personal harus memiliki persyaratan minimal antara lain :
1. Servant Leaderships Abilities
2. Passion & talented
3. Rekam jejak
4. Manajerial skill
5. Kemampuan komunikasi publik
6. Social empathetic
7. Political Background
Dari 7 syarat minimal tersebut, menurut pengamatan saya sebagian besar BELUM dimiliki oleh seorang Gibran dan Bobby.

Secara realita harus saya katakan bahwa saat ini mereka dikenal publik atau dianggap populer di masyarakat semata-mata karena mereka anak dan menantu Presiden Joko Widodo. Bukan karena prestasi mereka atau kapabilitas personal mereka yang menonjol.

Dengan pertimbangan tersebut, saya begitu prihatin akhir-akhir ini melihat kecenderungan ada sekelompok masyarakat atau media yang mencoba atau memaksa mengorbitkan mereka untuk maju dalam Pilkada di kota Solo dan Medan. Modal kepopuleran semata rasanya sangat tidak cukup sebagai bekal untuk maju berkompetisi dalam kontestasi jabatan publik. 

Kekhawatiran saya kalau mereka terpaksa "dijerumuskan" ke sebuah jabatan politik yang BELUM mereka kuasai, akan berakibat buruk pada penilaian masyarakat terhadap mereka bahkan berpotensi akan menjadi beban bagi Presiden Jokowi. Dan ini bisa menjadi blunder besar bagi Presiden Jokowi. Bukan tidak mungkin akan timbul suatu pertanyaan di masyarakat : "Kalau begitu apa bedanya Jokowi dengan Soeharto, Amien Rais, SBY, Megawati, Dedi Mulyadi, Ratu Atut dan Nepotisme Club yang lainnya ?"

Dukungan media dan beberapa elite partai termasuk PKS, PAN dan Gerindra bisa jadi merupakan Jebakan Betmen bagi keluarga Jokowi. Musuh-musuh Jokowi akan siap menerkam ganas, saat perangkapnya berhasil mendapatkan mangsa. 

Demi citra diri dan nama besar seorang Jokowi yang selama ini dikenal publik sebagai seorang yang bersih dan anti KKN, saya berharap Presiden Jokowi mau tegas melarang anak dan menantunya untuk terjun ke dunia yang tidak mereka kuasai. Dulu Jokowi pernah keras melarang anak dan keluarganya untuk tidak ikut dalam proyek Pemerintah dalam bentuk apapun. Harusnya kali ini Jokowi bisa bersikap tegas yang sama.

Image keren dan terpuji dari masyarakat bahwa anak menantu Presiden Jokowi tidak pernah ngrecoki Bapaknya dan telah sukses menjadi pengusaha mandiri selayaknya tetap kukuh dipertahankan. Kesan dari seorang Jokowi sebagai Presiden yang tidak memanfaatkan "aji mumpung" seharusnya tetap menjadi monumen indah bangsa sepanjang masa. 

Saran saya untuk Gibran, Bobby dan Kaesang, tetaplah jadi diri kalian sendiri. Seorang pengusaha muda sukses, kreatif, inovatif dan mandiri yang tidak bergantung pada jabatan Bapaknya. Kalian jangan mau terjebak rayuan maut para politikus atau sekelompok orang yang akan menjerumuskan kalian ke dalam situasi yang tidak kalian kuasai. 

Bahwa kalian adalah anak dan menantu seorang Jokowi itu adalah suatu realita. Tapi kapabilitas kalian tidak seperti Jokowi juga suatu kenyataan yang tidak bisa dibantah.

Salam SATU Indonesia
01082019

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

Thursday, August 1, 2019 - 08:30
Kategori Rubrik: