Asy Syafii Benar-Benar Ahli Hadits

Ilustrasi

Oleh : Abu Hanifah Jandriadi Yasin

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahmatullah 'alaihi pernah ditanya :
"Apakah Asy-Syafi'i ahli hadits ?"
Beliau menjawab : "Ya betul, demi Allah beliau adalah ahli hadits. Ya betul, beliau adalah ahli hadits. Ya betul, beliau adalah ahli hadits."

Al-Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang Al-Imam Malik, maka beliau mengomentari :
"Haditsnya shahih, tapi pendapatnya lemah"
Beliau ditanya tentang Al-Imam Al-Auza'i, beliau berkomentar :
"Haditsnya lemah, pendapatnya pun lemah"
Beliau ditanya tentang Al-Imam Asy-Syafi'i, maka beliau menuturkan :
"Haditsnya shahih, pendapatnya pun Shahih"

Hal ini kemudian dikomentari oleh Al-Hafizh Al-Baihaqi mengapa komentar Al-Imam Ahmad demikian.

Lantas mengapa al-Bukhari & Muslim tidak meriwayatkan dari Asy-Syafi'i ?
Para ulama menjelaskan karena beberapa sebab :
1. Karena keduanya tidak pernah berjumpa dengan Asy-Syafi'i, maka jika harus meriwayatkan dari Asy-Syafi'i mestilah melalui perantara murid-murid Asy-Syafi'i, ini dikhawatirkan boleh kedua imam hadits diatas akan menurunkan kredibilitas haditsnya Asy-Syafi'i. Cukuplah tarikh al-kabir dari Al-Bukhari yang tidak mencantumkan Asy-Syafi'i kedalam deretan para perawi yang dhaif
2. al-Bukhari & Muslim mencukupi diri meriwayatkan dari Ahmad bin Hanbal yang banyak meriwayatkan dari Asy-Syafi'i.

Jadi kalau ada yang mengatakan Asy-Syafi'i bukan ahli hadits, maka ia adalah orang yang perlu diajari. Apalagi jika sampai membandingkan Asy-Syafi'i dengan ustadz lokal. Demi Allah, ada 1 juta ustadz dengan segala keutamaannya, tidak akan pernah mampu menyamai apalagi menandingi level Asy-Syafi'i.

Sumber : Status Facebook Abu Hanifah Jandriadi Yasin

Thursday, October 19, 2017 - 12:00
Kategori Rubrik: