ASN Harus Patuh Siapapun Menterinya

ilustrasi

Oleh : Teguh Arifiyadi

Dari sekian puluh menteri kabinet yang dipilih, jika tidak salah, hanya dua sampai empat menteri yang menapaki karir dari bawah sebagai birokrat di lementerian atau lembaga, diantaranya adalah pak Basuki dan bu Retno. Puncak karir ASN umumnya mentok sampai jabatan direktur atau setinggi-tingginya direktur jenderal. Dengan jatah dua hingga empat wakil, artinya profesi birokrat bisa dibilang tak pernah jadi pertimbangan presiden sebagai representasi yang akan dipilih sebagai menteri. Sah-sah saja sih, lha itu kan hak prerogatif presiden terpilih.
.
Ya, setuju, memimpin birokrasi tak harus dari birokrat. Harus diakui, terkadang cara-cara non-birokratif lebih efektif dijalankan di kementerian atau lembaga untuk mencapai tujuan. Meski terkadang, jurus mabuk non-birokratis juga turut merusak tatanan struktur dan budaya kerja yang tidak semuanya jelek.
.
Demikian juga memilih pemimpin di sebuah kementerian atau lembaga tak selalu harus orang yang ahli di bidang yang dipimpinnya. Keahlian linear itu nilai lebih, tapi tak harus selalu jadi patokan. Kepemimpinan dan karakter yang kuat dari seoranglah (meski tidak linear keahliannya) yang akan membawa perubahan dan kemanfaatan besar, asalkan, pemimpin mau lebih banyak mendengar daripada berbicara, sebelum akhirnya membuat keputusan-keputusan strategis.

Ada banyak ASN profesional di tiap kementerian yang siap memberikan sumbangsih ide-ide brilian untuk negara ini. Mereka adalah aset sekaligus mitra penting dalam sebuah skema kolaburasi, bukan sekedar semut pekerja, apalagi pelayan jabatan. 
.
Selamat bekerja pak dan bu menteri di lingkungan birokrasi. Kalian adalah yang terbaik. Jangan sampai suatu saat nanti ada yang nyinyir bahwa kehadiran kalian, seperti “datang tak genap, pergi tak ganjil”, alias tak memberi nilai tambah apapun untuk negara ini. Dikenanglah sebagai menteri yang membuat banyak pencapaian-pencapaian penting.
.
.Dengan ini, saya sebagai ASN, siap melayani, eh siap bekerjasama dengan bapak/Ibu yang dipilih pak Presiden.
.
.+Dari PNS mantan atlet e-sport Zuma terbaik+

Sumber : Status Facebook Teguh Arifiyadi

Monday, October 28, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: