ASN Bercadar

ilustrasi

Oleh : Gayatri Muthari

Dear Tito Karnavian yang terhormat dan terkasih, beserta para jajarannya yang berwenang,

Sebagai Muslimah Nusantara, saya mewakili sejumlah saudari-saudari Muslim saya yang bekerja sebagai ASN di seluruh Nusantara, agar kiranya dapat memulihkan maupun mengembalikan hak-hak saudari-saudari Muslim kami di Lombok Tengah maupun di berbagai provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, bilamana kami dipaksa, distigma, diwajibkan, dituntut secara tidak tertulis, didesak secara halus, dan semacamnya untuk mengenakan jilbab, cadar, hijab, maupun kerudung dan memakai busana yang kerap disebut sebagai busana Muslim seperti gamis dan baju kurung.

CADAR BERBEDA DENGAN MASKER. Ini salah kaprah yang luar biasa, dear Pak Tito.

Pertama, karena jika ada ASN yang memiliki disabilitas, penyakit bawaan dan kebutuhan vitamin D yang tinggi akibat defisiensi seperti saya, sekalipun kami memakai masker, kami tetap dapat mengenakan seragam yang membuat bagian lengan dan betis tidak harus ditutupi apabila seragam yang kami kenakan adalah rok selutut dan kemeja selengan.

Ini berbeda dengan jika kami diwajibkan memakai cadar, hijab, jilbab, kerudung, gamis atau pakaian serba tertutup yang biasa disebut busana Islam sebagaimana doktrin populer dan arus utama hari ini.

Kedua, tidak semua ASN Muslim menganut paham yang sedang populer ini.

Mohon kearifan terhadap hak-hak kami dalam berbusana sesuai Islam versi yang kami anut, adat istiadat, budaya, serta keterbatasan, dan kebutuhan jasmani kami.

Kami tahu dan percaya bahwa hak-hak kami setara dan dijamin oleh konstitusi NKRI maupun oleh pemerintah negara ini.

Ketiga, penggunaan cadar belum tentu memenuhi standar kesehatan WHO dalam menghadapi pandemi covid-19. Untuk orang-orang dengan penyakit bawaan tertentu dan usia, kemungkinan kekurangan oksigen dan semacam itu, malah dapat terjadi.

Mohon lindungi dan selamatkanlah saudari-saudari saya sesuai amanat Pancasila, “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Terutama, saya mohon untuk memberi pencerahan kepada pejabat-pejabat seperti Bupati Lombok Tengah saat ini yaitu Bapak H.M. Suhaili.

Ini demi kesehatan jiwa dan raga kaum perempuan sebagai ibu dan rakyat Indonesia, dan demi kualitas sumber daya manusia yang unggul, agar mereka dapat produktif dan tidak mengalami masalah-masalah penyakit sebagaimana di Afghanistan, negara-negara di Teluk Persia dan lain-lain yang dialami oleh para perempuan yang bercadar.

Ini demi keberlangsungan dan kesejahteraan segenap bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia.

Saya yakin Anda mengerti, arif dan bijaksana, dear Pak Tito.

Salam Pancasila dan Kesetaraan Manusia,
Syekhah Hefzibah (R.A Gayatri W.Muthari)

Sumber foto dan berita:

https://radarsumbawa.id/…/bupati-loteng-instruksikan-pns-w…/

http://tribunlombok.net/…/luar-biasa-bupati-lombok-tengah-…/

Sumber : Status Facebook Gayatri Muthari

Monday, June 29, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: