Artidjo dan Ahok

ilustrasi
Oleh : Meilanie Buitenzorgy
Alm Artidjo Alkostar adalah sosok langka teladan penegak keadilan tanpa pandang bulu. No doubt. Al Fatihah untuk beliau. Simak sikap/prinsip beliau dalam memutus perkara korupsi:
"Ketika korupsi merajalela, orang yang tak punya jabatan, mau bekerja sekeras apa pun selama 24 jam tetap tidak akan pernah kaya. Koruptor bak tikus yang menggerogoti demokrasi sehingga gagal pula mewujudkan demokrasi ekonomi"
"Hakim punya ruang untuk berkontribusi memutus rantai oligarki sekaligus mendewasakan demokrasi, lewat putusan-putusan yang mencerahkan. Putusan pengadilan harus bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat, yang itu memberi harapan supaya masa depan tidak suram."
Entah apa masih ada hakim di Indonesia yang seteguh ini berpegang pada prinsip-prinsip dasar kemanusiaan.
Hanya sampai sekarang saya masih tidak mengerti, mengapa Alm menolak PK Ahok ya? Bagaimana sebenarnya posisi beliau dalam substansi masalah ultra-konservatisme agama yang juga jadi permasalahan besar bagi nilai-nilai kemanusiaan di negeri ini?
Kasus Tanjung Balai adalah contoh nyata bagaimana ultra-konservatisme agama melindas prinsip dasar kemanusiaan. Bagaimana pandangan Hakim progresif Artidjo terhadap kasus ini?
Apakah memang memungkinkan bagi seseorang untuk menjadi progresif sekaligus ultra-konservatif?
Sumber : Status Facebook Meilanie Buitenzorgy
Saturday, March 6, 2021 - 12:45
Kategori Rubrik: