Arti Kenaikan Peringkat Moody's, Memahami Utang Indonesia Dengan Jernih

Oleh : Nufransa Wira Sakti

Di tengah banyaknya polemik tentang buruknya kondisi utang pemerintah, lembaga pemeringkat Moody's mengumumkan peningkatan peringkat utang Indonesia satu peringkat dari Baa3 menjadi Baa2, dengan outlook stable. Dengan demikian Indonesia sudah mendapat peringkat Baa2/BBB dari empat lembaga yakni Fitch (Desember 2017), JCRA (12 Februari 2018), R&I (7 Maret 2018), dan Moody’s (13 April 2018).

Apa artinya ini? Moody's adalah salah satu lembaga pemeringkat independen yang diakui oleh dunia internasional. Lembaga pemeringkat memberikan penilaian seberapa layak utang yang dikeluarkan suatu negara/perusahaan dapat dijadikan investasi.

Dari semua lembaga pemeringkat yang ada, saat ini Indonesia masuk dalam kategori risiko yang rendah dan sekaligus memberikan penilaian investment grade yang berarti bahwa utang tersebut tidak berisiko membahayakan negara dan juga menjadikan Indonesia sebagai negara yang layak investasi.

Faktor apa saja yang menjadi penilaian oleh Moody's? Dari sisi risiko, secara umum, Moody’s menilai 4 aspek utama risiko, yaitu indikator ekonomi, reputasi institusi, aspek fiskal, dan daya tahan terhadap guncangan.

Semua indikator penilaian tersebut dihitung secara terukur melalui penghitungan antara lain: tingkat dan fluktuasi pertumbuhan PDB, Global Competitiveness Index, PDB nominal, PDB per kapita, Government Effectiveness Index, Control of Corruption Index, inflasi, sejarah default, beban utang, kemampuan membayar utang, tren utang, proporsi utang luar negeri dan lain-lain. Penilaian dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh.

Lembaga Moody’s menyatakan bahwa penilaian kenaikan peringkat ini didukung oleh kebijakan pemerintah dan otoritas lainnya yang lebih kredibel dan efektif dalam mendukung stabilitas kondisi ekonomi.

Melalui kebijakan fiskal yang lebih hati-hati didukung dengan kebijakan moneter yang kondusif, Indonesia dinilai dapat meredam tekanan yang bersumber dari internal maupun eksternal.

Moody’s juga menilai bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil serta sistem perbankan yang sehat turut menjadi catatan positif dalam kenaikan rating Indonesia.

Yang paling pokok adalah berdasarkan hasil penghitungan Moody’s External Vulnerability Indicator (yang mengukur rasio jatuh tempo utang terhadap cadangan devisa) menunjukkan bahwa kerentanan eksternal negara Indonesia berada pada tingkat aman.

Apa pengaruhnya buat Indonesia secara keseluruhan? Contoh nyata adalah ketika lembaga pemeringkat Standard & Poor (S&P) yang setelah sekian lama akhirnya memberikan penilaian investment grade pada bulan Mei 2017. Ketika itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bursa saham langsung melonjak tajam sebanyak 2,59% dan memecahkan rekor saat itu. Itu artinya ada kepercayaan yang bertambah kepada Indonesia sebagai negara yang layak investasi.

Kepercayaan ini penting bagi Indonesia karena akan membuat para investor berani untuk melakukan investasi dalam jangka waktu yang lebih panjang, bukan hanya untuk dijadikan spekulasi sesaat. Sehingga, selain investasi tidak langsung dalam bentuk saham, status ini juga diharapkan dapat memberikan lebih banyak lagi investasi luar negeri dalam bentuk investasi langsung luar negeri ( Foreign Direct Invesment) di Indonesia. Contohnya adalah dalam bentuk pembangunan pabrik, pendirian perusahaan gabungan dan lain-lain.

Ditambah dengan berbagai fasilitas kemudahan melakukan bisnis dan insentif perpajakan oleh pemerintah, kenaikan peringkat ini akan semakin dapat mengakselerasi investasi ke Indonesia. Melalui bertambahnya investasi di Indonesia, akan semakin bertambah pula lapangan pekerjaan yang otomatis menekan angka pengangguran. Tingkat kemiskinan juga diharapkan akan menurun seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi melalui masuknya investasi.

Oleh karena itu, pemerintah menyambut gembira kenaikan peringkat ini. Hal ini menjawab pertanyaan banyak pihak yang ragu dan pesimis atas kondisi perekonomian Indonesia, terutama atas kondisi utang pemerintah. Penilaian lembaga pemeringkat ini bersifat independen dan mereka sangat menjaga reputasi dan kredibilitasnya. Sehingga hasil kenaikan peringkat merupakan konfirmasi atas kredibilitas dan efektifitas pemerintah dalam mengelola keuangan negara.

Sumber: Facebook Nufransa Wira Sakti

Monday, April 16, 2018 - 11:15
Kategori Rubrik: