Archandra dan Kewarganegaraannya

Oleh: Levi Nina

Indonesia bukan negara yang boleh memiliki 2 kewarganegaraan.  Seperti berita yang saya baca salah satu mentri yaitu Arcandra di sinyalir memiliki 2 ke warganegaraan. 

 
Sebenarnya untuk orang seperti Arcandra di mana sebelumnya beliau bekerja pada perusahaan perminyakkan negara USA hanya memiliki kewarganegara Indonesia hal yang merepotkan. Seperti di ketahui kewarganegaraan RI jika bepergian ke negara lain terutama benua Eropa dan America memerlukan visa. Hal ini tentu saja merepotkan bagi orang yang memiliki posisi baik dan memiliki mobilitas tinggi, untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. 
 
Kepemilikkan 2 ke warganegaraan sangatlah penting untuk orang yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia.  Tak heran seperti negara Rusia yang negaranya cukup sulitpun memiliki peraturan di mana untuk orang tertentu boleh memiliki 2 kewarganegaraan. Pemerintah Rusia percaya hanya orang terbaiklah yang memerlukan 2 kewarganegaraan dan umumnya bukan orang biasa. Walaupun tidak dipungkiri jika saat ini ada ke kepemilikkan 2 ke warganegaan bisa di salah gunakan, untuk kejahatan.  
 
Permasalahan Arcandra yang kemungkinan memiliki 2 ke warganegaraan, sebenarnya tak perlu di jadikan wancana politik yang lebih luas. Sekalipun yang bersangkutan mungkin saja memiliki ke warganegaraan America karena posisinya sebagai presiden Petroneering. 
 
Sebenarnya banyak orang pintar dari Indonesia yang berkipra di negara maju, di mana sebelumnya merasa pesimis untuk mengabdi di Indonesia, karena seperti di ketahui ketidak profesional birokrasi pemerintah Indonesia. Ke banyakkan yang terbaik terbuang karena tak mau korupsi ataupun mereka yang tahu tak ada kesempatan untuk lebih maju.  Orang seperti Arcandra bukan politikus yang bisa hanya bewancana semata, dari riwayatnya jelas dia lebih banyak melakukan riset. Untuk Indonesia kesempatan ini tak memungkinkan, apalagi dalam pemerintahan sebelumnya. Tak salah jika pada akhirnya beliau berkarir di luar Indonesia. 
 
Saat ini pemerintah Indonesia memberikan kesempatan untuk beliau menyumbangkan apa yang beliau bisa untuk kemajuan Indonesia, dan tak salah jika beliaupun kembali ke Indonesia.  Hal normal manusia memilih kesempatan terbaik yang ada. Di Indonesia tenaga beliau sebagai ahli kilang minyak (offshore)  memang sangat di butuhkan saat ini, dan di negara maju pada umumnya dengan harga minyak bumi yang terus merosot , tentunya banyak perusahaan minyak bumi dunia yang bersiap memperkecil tenaga kerja mereka dan perusahaan minyak bumi dunia pun tak lagi tertarik untuk mencari lahan baru, 
 
Apalagi arah energi minyak bumi menuju arah yang akan di gantikan dengan tehnology lainnya.  Hanya sebagai orang yang memiliki posisi lumayan tinggi sebelumnya, tentunya Arcandra memiliki koneksi yang lumayan baik di kalangan pengusaha di dunia. Inipun akan sangat membantu bagi Indonesia untuk membangun. Setidaknya dengan kemampuan bahasa yang tak di ragukan jika terjadi negoisasi, Indonesia tidak akan lagi berada di posisi tidak menguntungkan. 
 
Arcandra tentunya memahami mentality dan budaya seperti apa harus negoisasi dengan perusahaan kelas dunia, karena hal ini adalah makanan sehari hari yang beliau jalani sebagai presiden petroneering.  Pemerintahan Jokowi cukup jeli membaca kelebihan yang Arcandra miliki, tak hanya sebagai tenaga ahli kilang minyak semata namun kemampuan Arcandra untuk bernegoisasi adalah hal potensial utama yang sangat di perlukan oleh pemerintahan Jokowi. 
 
Sebenarnya jikapun Arcandra memiliki 2 kewarganegaraan USA salah satunya, ini adalah menguntungkan untuk Indonesia. Dalam hukum bisnis ada hal utama yaitu kepercayaan, sebagai WN USA tentunya harus tunduk ke hukum WN USA .  Jika sampai berlaku yang tak sesuai beliau bisa didakwa dengan mudah karena posisinya sebagai WN USA. 
 
Tentunya orang bisnis akan lebih memilih orang yang menurut mereka akan memudahkan mereka ketika mereka ada masalah dengan hukum. Dan untuk Indonesia beliau tetap orang Indonesia, dimana beliau bertempat tinggal di Indonesia tentunya sepanjang beliau berada di Indonesia dan WN Indonesia tunduk akan hukum yang ada di Indonesia. Inilah yang berlaku di negara Rusia, Canada, Israel serta USA yang saya ketahui. Berdasarkan pengalaman di bidang bisnis.   
 
Jika ada pilihan 2 opsi pertama negoisasi bisnis dengan orang asli dari negara tersebut langsung dan opsi ke 2  bernegoisasi bisnis dengan orang negara tersebut namun berwarganegara, tingkat sukses terletak pada opsi ke 2. 
 
Sebenarnya Undang-undang kewarganegaraan Indonesia perlu mengikuti perubahan zaman, tak perlu anti terhadap orang yang memiliki 2 ke warganegaan, terutama bagi orang-orang penting dari negara yang memiliki hukum baik. Lain halnya jika 2 ke warganegaraan dengan negara yang memiliki potential ke kacauan. Belajar dari negara Rusia yang juga memperbolehkan 2 ke warganegaraan untuk Warganegaranya yang berada di negara maju yang memiliki hukum baik. 

(Sumber: Kompasiana)

Sunday, August 14, 2016 - 11:30
Kategori Rubrik: