Arab Saudi dan Rizieq

Oleh : Budi Setiawan

Ada hal penting dalam wawancara TVOne dengan Dubes Arab Saudi, Yang Mulia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. Menurut pembawa berita, wawancara ini atas permintaan Pak Dubes. Ini menunjukkan kontroversi pembatasan ruang gerak Rizieq Shihab oleh pemerintah Arab Saudi dipandang sangat perlu diluruskan.

Nampaknya, keterangan Dubes Arab Saudi adalah perintah langsung dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Tanpa perintah tersebut, tidaklah mungkin seorang Dubes memberikan keterangan atas nama pribadi. Dan memang keterangannya, memuat hal-hal yang penting untuk diluruskan.

PERTAMA, Dubes membantah tuduhan FPI dan GNPF bahwa ruang gerak Rizieq Shihab dibatasi di Arab Saudi. Ditegaskan, keberadaan Rizieq adalah legal. Sebagai negara yang memberikan izin tinggal sementara, Dubes Arab Saudi menegaskan bahwa negaranya berkewajiban melindungi keselamatan Rizieq. Sama seperti pemerintah Indonesia memberikan pengamanan kepada Duta Besar.

Sejauh ini juga, Rizieq tidak dibatasi untuk bertemu dengan siapapun di Arab Saudi, termasuk kata Duta Besar, perwakilan pemerintah Indonesia.

KEDUA, soal keamanan. Dubes Arab Saudi dalam wawancara TVOne mengakui memberikan nasihat kepada Rizieq soal keberangkatannya ke Malaysia. FPI menuduh Arab Saudi mencekal Rizieq pergi ke Malaysia. Secara tidak langsung, Dubes Arab Saudi mengatakan bahwa Malaysia keberatan dengan kedatangan Rizieq. Mengapa? Pak Dubes dengan gaya khas seorang diplomat mempersilahkan TVOne untuk bertanya kepada pemerintah Malaysia.

KETIGA, soal ancaman. Dubes Arab Saudi mengatakan Rizieq tidak dalam posisi terancam di Arab Saudi. Namun di dalam negeri atau Indonesia, dia mengatakan itu terserah dari kesimpulan para pihak di dalam negeri, apakah Rizieq aman di Indonesia.

KEEMPAT , Dubes Arab Saudi menegaskan Rizieq bebas kemana saja, termasuk pulang ke Indonesia. Dan itu berkali-kali dikatakannya sepanjang wawancara, yang sayangnya dalam tayangan You Tube hanya satu segmen saja.

Empat point penjelasan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia itu menegaskan bahwa sangkaan pihak FPI dan Rizieq Shihab bahwa pemerintahnya membatasi pergerakan ketua FPI itu adalah tidak benar. Perkara akhirnya Rizieq batal ke Malaysia, adalah karena Kuala Lumpur nampaknya tidak siap menerika Rizieq. Harusnya, pihak FPI menanyakan kepada pihak Malaysia untuk mengkonter pernyataan Dubes Arab Saudi itu.

Secara tersirat, dari penjelasan sang Dubes, pemerintah Arab Saudi nampaknya memberikan briefing kepada Rizieq mengenai pro dan kontra jika dia kembali ke Indonesia.Sinyalemen ini bisa dikaitkan dengan penjelasan pak Dubes bahwa dia berteman baik dengan Rizieq. Jadi briefing soal ini sangat mungkin terjadi.

Dan agaknya, Riyadh menegaskan jika pulang dan kemudian menghadapi tuntutan hukum, Rizieq diminta agar jangan kembali lagi atau lari lagi ke Arab Saudi.

Kerajaan tidak ingin masalah domestik Indonesia mempengaruhi hubungan baiknya dengan Indonesia. Karena, bisa jadi Jakarta menuding Riyadh melindungi seorang yang terkena kasus hukum.

Artinya, pulang atau tidaknya Rizieq ke Indonesia, sepenuhnya tergantung pada keputusan Rizieq sendiri.

Bukan Arab Saudi.

So, go home… jika berani.

 

Sumber : facebook Budi Setiawan

Saturday, September 29, 2018 - 13:15
Kategori Rubrik: