Arab Berlomba-Lomba Sekolah di Amerika dan Barat

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Salah satu trend masyarakat Arab modern di kawasan Teluk sejak 2-3 dekade terakhir ini adalah berlomba-lomba menyekolahkan kader-kader mudanya yang bagus ke lembaga-lembaga pendidikan bergengsi di Barat, khususnya Amerika.

Aramco, misalnya, sebagai perusahaan minyak terbesar di dunia yang lokasinya di samping kampusku, setiap tahun setidaknya menawarkan beasiswa penuh kepada ribuan anak-anak muda Saudi potensial, baik Sunni maupun Shiah, untuk menimba ilmu di Negeri Paman Sam ini. Mereka yang lolos seleksi ditraining bahasa dan budaya Amerika di komplek Aramco yang luasnya seperti kota tersendiri oleh para "bule asli".

Perusahaan-perusahaan besar lain di Saudi juga berlomba-lomba menawarkan beasiswa untuk belajar di Amerika dan negara-negara Barat lain khususnya di bidang studi-studi non-Islam (sciences, engineering, kedokteran, perbankan, keuangan, teknologi, dlsb). Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Saudi yang gencar menyekolahkan kader-kader mudanya ke Amerika, Kanada, atau Eropa Barat. Dari King Abdullah Scholarship Program saja, Arab Saudi sudah memberangkatkan lebih dari 150,000 mahasiswa di negara-negara Barat. Catat baik-baik ya: negara-negara Barat. Tidak ada satupun yang dikirim ke kampus-kampus Indonesia.

Menariknya, Saudi menawarkan sejumlah beasiswa ke Indonesia dan negara-negara Muslim berkembang lain untuk belajar ke Arab Saudi (khususnya untuk belajar Islamic studies maupun disiplin lain), sementara mereka sendiri mengirim anak-anak didiknya ke negara-negara Barat. Antik kan? Anda tahu apa arti semua ini?** (ak)

Sumber : Facebook Sumanto Al Qurtuby

 

Wednesday, May 4, 2016 - 07:45
Kategori Rubrik: