Apresiasi Untuk Anies Baswedan

ilustrasi

Oleh : Aldie El Kaezzar

Beberapa hari lalu akun Jakarta Maju Bersama sempat 2 kali posting soal integrasi angkot ke Trans Jakarta (TJ). Beberapa pendukung menyebarkan berita tsb dan ramai-ramai memuji Anies. Saya salah seorang yg termasuk mengapresiasi langkah ini.

Bagaimana tidak? Sekarang angkutan umum yg sudah gabung TJ menunjukkan perkembangan yg cukup baik. Para supirnya kini digaji UMR, sangat wow kan? Ada jg Trans Mikro, bus ukuran mini/sedang, semua dengan armada yg baru dan modern lengkap dengan AC di dalamnya. Pasti jauh lebih nyaman. Persis cita-cita pendahulunya.

Tahun 2015, Ahok pernah mengajak gabung beberpa pengelola angkutan umum tp banyak yg menolak. Padahal waktu itu ia menjanjikan supir angkot dan metro digaji sebesar 5 juta! Ini di tahun 2015. Sayangnya gayung tak bersambut. Para supir bahkan tak percaya karena nominalnya sangat besar bahkan dibanding gaji kelas sarjana.

Tahun 2016 titik terang mulai nampak karena beberapa operator Metro Mini dan Mayasari mulai bergabung dgn TJ. Ini langkah awal yg baik mengikuti jejak Kopaja yg sudah lebih dulu gabung. Pada 2013, Toyota dan Pemprov DKI bahkan sudah meluncurkan Mikro Trans, bis ukuran sedang yg armadanya disuplai oleh Toyota. Saat itu jumlahnya masih puluhan dan melayani rute terbatas dan bekerja sama dengan Kopaja.

Jadi sekarang jelas saya gembira, karena ternyata kali ini Anies tidak mencoret program pendahulunya. Saya lega karena program terdahulu tetap dipertahankan. Inilah yg saya apresiasi. Karena sudah menjadi rahasia umum beberapa program terdahulu yg sudah baik, kini tidak jelas rimbanya.

Normalisasi, rusunawa dan bahkan RPTRA saya belum lihat ada perkembangan. Mungkin saya yg kurang update. Belum lagi soal pasukan oranye yg semakin hari makin jarang terlihat. Paling tidak di tempat yg biasa saya amati. Padahal dulu waktu hujan saja, saya sendiri masih sering lihat mereka bekerja. Entahlah.

Kini beberapa sungai/kali nampak lebih kotor, sampah di beberapa titik menumpuk dan oknum PKL mulai kembali terlihat nangkring di trotoar/jalan. Semua tentu masih ingat bagaimana Anies dengan entengnya memblokade jalan demi tempat jualan. Hasilnya macet dam pejalan kaki terampas haknya.

Karena itu sangat melegakan waktu Anies memutuskan untuk melanjutkan konsep integrasi angkutan umum dr pendahulunya.

“Angkot ini tak bisa melaksanakan standar pelayanan minimum, makanya kerja sama kita akan ubah sebagai bus sedang. Transjakarta membantu angkot meremajakan armada,” kata Ahok.

“Misalnya Transjakarta bisa terintegrasi dengan apapun, ya Metromini, Kopaja, (angkot) KWK, termasuk ojek-ojek daring dan konvensional bisa kita ajak gabung juga,” kata Djarot menambahkan. (Sumber : Tirto)

Terima kasih Anies, tetaplah melanjutkan program yg baik ini. Tidak perlu malu atau gengsi karena yang sudah baik, wajib diteruskan dan bahkan ditingkatkan lagi.

Saya yakin kebijakan seperti KJP, KJS, kampung deret, rusun murmer, Qlue, e-APBD, PTSP, pasukan pelangi, RPTRA, bundaran Semanggi, PBB 0 (NJOP <1M), eksekusi MRT/LRT, aduan balkot, normalisasi kurangi banjir, bus standar eropa akan dikenang sebagai legasi dan buah kerja yg baik oleh masyarakat.

Terlepas dr siapa dan apa pilihan kita, suka atau benci, atau kontroversi yg menyertai, saya yakin satu hal. Sangat sulit membantah bahwa kebijakan di atas sudah membantu banyak orang.

Saya pribadi tidak menghitung berapa kali penghargaan atau piala yg diterima pemprov sejak dulu. Atau seberapa sering pemprov diundang hadir di luar negeri atau hal apapun yg sifatnya sekedar seremonial belaka. Bukan tidak bangga, tp hal tersebut kurang berpengaruh terhadap kehidupan sehari2.

Sekali lagi, terima kasih pak sudah melanjutkan cita-cita pendahulu anda. Masih ada 3.5 tahun lagi, masih banyak waktu untuk meninggalkan jejak dan kebijakan yg berkesan seperti pendahulu2 anda. Tidak ada kata terlambat untuk langkah pertama.

Sumber : Status Facebook Anies Baswedan

Saturday, July 13, 2019 - 12:15
Kategori Rubrik: