Aplikasi dan Keamanan Data Pribadi

ilustrasi
Oleh : Ditya
Beberapa hari lalu saya ke Grapari, cek sana sini kemudian CSnya bertanya '"nomor ibu terkoneksi ke mobile banking ya?", Ya!. Artinya apa, artinya pihak Telkomselpun bisa mengetahui bank apa yang saya pakai, padahal Telkomsel tidak pernah meminta data bank saya. Itulah resiko kemudahaan dan kenyamanan dari data yg terkoneksi. KIta butuh kenyamanan dan keamanan, mereka butuh data pribadi kita. Apa saya harus pindah provider hanya karena mereka mengetahui informasi bank yang saya pakai?
Aplikasi Gojek dan pengiriman Paxel, selain meminta mencantumkan alamat email serta no hape, kita juga menuliskan alamat rumah setiap transaksi, alamat yang kita tuju. Artinya pihak gojek bisa mendeteksi dimana alamat rumah sekode posnya serta alamat mana yang biasa terkoneksi dengan kita. Kita nyaman gak perlu pergi pergi, tapi kita juga harus memberikan data pribadi kita. Impas. Terus apakah saya perlu pindah rumah hanya karena alamat rumah yg sekarang diketahui?.
Ketika ada info jutaan data email pengguna tokped dicuri, bagaimana responnya? ya hanya ramai sesaaat. Sampai sekarang Tokped masih berdiri seteguh batu karang. Begitu ada promo, netijen langsung klepek klepek lupa dengan data pribadi
Saat ini, hampir semua aplikasi selalu meminta data pribadi, minimal email dan no hape. Kalau tidak mau datanya diketahui ya jangan main aplikasi atau game. Di aplikasi A data kita terbatas, tapi di aplikasi B data kita berlimpah. Coba cek data apa saja yg sudah kita sebar di FB dan IG?. Foto dan nama anak, istri, suami bahkan orangtua, bahkan kalau ada nenek moyangnya yg bisa ditag kemungkinan akan ditag. Belum lagi pekerjaan, kemana kita pergi, aktifitas harian, sambatan, gebetan dll. Dan mendadak kita takut ketika FB mau ngelink info ke WA. Di status WA juga demikian, semua dishare dengan sukarela
Begitupun ketika orang beramai ramai kuatir dan mulai pindah dari aplikasi WA ke Telegram atau Signal. Ya itu sih pilihan pribadi. Kalau menurut saya ya sama saja kemana kita pindah platform provider. Telegram atau Signal mereka masih "baik" saat ini karena penggunanya belum banyak. Seandainya nanti membernya sudah sebanyak FB atau WA, ada kemungkinan juga mereka akan memanfaatkan info data usernya untuk mengeruk pundi2, dengan pasang iklan atua yg lain yg bisa mendatangkan keuntungan. Bagaimanapun mereka adalah platform bisnis yang tujuan akhirnya adalah profit, bukan panti sosial yang kasih aplikasi cuma cuma. .
Ya istilahnya, tidak ada makan siang gratis ..
Sumber : Status Facebook Ditya
Friday, January 15, 2021 - 11:15
Kategori Rubrik: