APBN

Oleh : Ade Winata

Andaikan sebuah perusahaan itu cost nya lebih besar dibanding revenue, maka sebagai owner sudah layak untuk mikir dipailitkan ini perusahaan.

Namun beda perusahaan, beda tata atur keuangan negara.

Salah satu yang menyebabkan kita harus hutang diluar negri ialah karena postur apbn kita lebih besar pengeluaran dibanding penerimaan.

Pendapatan negara kita 2018 hanya Rp 1.894 T dan pengeluaran sekitar Rp 2.220 T.

Artinya ada defisit anggaran antara Rp 325 T yang ini ditutupi biasanya melalui obligasi negara atau utang langsung diluar negri.

Apalagi dengan naik nya peringkat Indonesia di mata lembaga model moody dan S&P ini akan menurunkan bunga SUN kita.

Namun suatu negara ada logika pembenaran bila anggaran nya defisit, karena ada beberapa sebab.

Biasnya untuk mempercepat pembangunan dengan pembangunan infrastruktur, atau menstimulus daya beli masyarakat dengan memberi subsidi pada beberapa bahan pokok dimasyarakat.

Toh juga rasio hutang kita masih cukup aman masih dibawah yang ditentukan oleh UU berbeda dengan pernyataan ibu-ibu sebelah yang bilang negara mau kolaps dan segala macamnya

Hutang sendiri selama bisa dipertanggung jawabkan, artinya bisa dibayar secara tepat waktu dan jelas peruntuknya (produktif) tiada masalah.

Cuma tidak ada gading yang tidak retak..

Salah satu yang bikin masalah anggaran kita defisit terus namun seolah-olah tidak berdampak.

Yaitu. satu subsidi BBM.

Indonesia sudah melewati Boom minyak tahun 70an dengan percuma, tidak memperkaya bangsa, tidak menambah devisa hanya menambah daftar orang-orang kaya yang menyimpan dana nya di offshore secara luarbiasa.

Dan juga kita sendiri bukan lagi penghasil minyak seperti dulu, sehingga subsidi BBM harus dikurangi bahkan dihilangkan, dan luarbiasa pemerintahan saat ini berani untuk melakukan nya bahkan lebih dari yang kita harapkan, selain subsidi nya yang disikat mafia nya pun dibikin pusing dengan dibubarkan nya petra.

Yang kedua, biaya pegawai,

Tahun 2017 saja, postur anggaran kita habis 1/4 nya untuk bayar gaji pegawai. di apbd mungkin lebih besar lagi.

Sehingga, bayangkan sebuah perusahaan yang harus nya memberi untuk pada owner (rakyat), marginya malah minus dimakan oleh gaji karyawan.

Tentu ini persoalan menahun, yang bukan hanya dipemerintahan saat ini.

Yang saya harapkan para ASN ini, mereka adalah orang-orang yang paling menyebabkan anggaran kita defisit.

Tentu saya tidak berharap mereka membuat gerakkan tolak THR 2018, itu hak mereka.

Namun, setiap ASN ditangan mereka lah perubahan negri ini paling mudah dilakukan, mereka yang menjalankan aturan, mereka yang memegang kunci dari setiap keberhasilan pemerintah.

Lucu dikala mereka mengkritisi pemerintah, namun lalai dalam tugas kerja nya..

Namun apa yang harus dikritisi, mungkin kalau sebagai aktivis kita harus kritis karena bukan kita yang megang power, namun ASN seberapa kecil pun mereka, mereka orang yang megang kekuasaan.

Jadi gak perlu sesumbar ganti presiden 2019. Jadi lebih baik di diri pribadi saja udan menjalankan tgas secara profesional akan membuat bangsa dan negara ini lebih baik.

Selamat Ramadhan untuk para ASN

Salam

Sumber: Facebook Ade Winata

 

Sunday, May 27, 2018 - 21:00
Kategori Rubrik: