Apakah Ka'bah Harus Dipindah ke Yaman?

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Kiblat umat islam sedunia ini adalah rumah ibadah pertama yg di hadirkan di dunia oleh Allah. Di kunjungi jutaan manusia, tawaf, bedoa, bershalawat, dan mengagungkan nama Tuhan, nyaris tidak pernah putus doa-doa yg berkumandang mengitarinya sambil terus menyajikan lafaz nama Allah yg maha benar dan maha pengasih lagi penyayang.

Ka'bah adalah hadiah dari Allah kepada umat Ibrahim dan keturunannya, berdampingan dgn sumur zam-zam yg keberkahannya tidak diragukan.

 

Ka'bah terletak di sebuah negara kaya minyak yg di anugerahi Allah, negara dgn jumlah penduduk 33 juta itu begitu digdaya dalam masa jayanya kecuali saat ini mereka mulai berhutang karena minyak sudah bukan primadona komoditi dunia sebab saat ini harga minyak anjlok ke titik nol. Dan hebatnya surat hutangnya di keluarkan dalam mata uang Yuan, buian dollar milik juragannya.

Arab Saudi negara arab yg akrab dgn Amerika dan Israel, ketertundukkan terstruktur yg dilakukan Arab Saudi, dimana ada kepentingan Amerika mereka ikut hadir disana, termasuk menyerang Palestina dan Yaman yg notabene saudaranya yg seiman. Ratusan ribu nyawa melayang dan anak-anak yg kelaparan, ironis dan membuat hati kita teriris, 1000 km dari pusat peribadatan yg bgt sakral ada pembantain yg dilakukan oleh saudaranya sendiri tanpa henti.

Tempat suci yg di sakralkan seolah tak menyisakan bekas kebaikan yg di gaungkan sepanjang masa putaran bumi. Kehadiran Tuhan diabaikan, hanya di sebut dan di simbolkan, tapi tidak lagi menjadi pedoman, Allah kekanan, Arab Saudi kekiri membunuhi saudaranya sendiri, Yaman adalah killing field keberutalan Arab Saudi dan Amerika tanpa batas kemanusiaan yg tersisa. 

Puncak kegilaan tak berprikemanusiaan itu adalah dihadangnya bantuan pangan dan obat-obatan utk penduduk Yaman. Mereka telah melakukan pemusnahan umat manusia terstruktur tanpa menyisakan belas kasihan, biadab adalah kata yg pantas di sematkan kepada gerombolan pemangsa umat manusia ini, mereka keji.

Kadang kita menuntut kepada Tuhan, kenapa prilaku babar itu dibiarkan berkepanjangan, apa gunanya melafazkan asmaul husna disekitar Ka'bah, namun secara bersamaan mereka melakukan pembunuhan hambaNya, kenapa. Apa masih pantas mereka di sebuat manusia, dan dengan tangannya mereka mengelola Baitullah, sekaligus melakukan kekejian yg tak terperikan. Apakah Allah masih menghadirkan malaikat menjaga Ka'bah yg di kelola oleh manusia buas dgn tangan penuh darah yg melakukan kezholiman.

Apakah Ka'bah masih tempat suci sebagaimana awalnya, karena kalau dilihat luar biasa pencemarannya yg di lakukan manusia. Belum lagi jutaan manusia yg hadir dgn segala nafsunya, dari uang apa ongkosnya, apa niatnya shg berulang ke Baitullah sementara 40 rumah dalam kisaran tempat tinggalnya masih banyak yg susah. Ah andai saja Allah mau menjawab langsung apa yg kita rasakan, maka akan kita sampaikan PINDAHKAN SAJA KA'BAH KE YAMAN, AGAR ARAB SAUDI TAK SUNGKAN HATI MENARIK TURIS BERBIKINI NAN SEKSI. Karena tempat itu tak pantas lagi disebut tempat suci.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Thursday, May 21, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: