Apa Yang Kau Cari Atiqah

Ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Hari ini Kamis, 8 November 2018 Polda Metro Jaya kembali menolak permohonan tahanan kota bagi Ratna Sarumpaet yang diajukan oleh anaknya ATIQAH HASIHOLAN. Ini kali kedua permohonan penangguhan penahanan oleh Atiqah ditolak Polda Metro Jaya. Justru yang terjadi Polisi malah menyatakan kasus kebohongan publik oleh Ratna Sarumpaet sudah P21 alias siap diteruskan ke Kejaksaan.

Alasan Atiqah dalam mengajukan permohonan ini adalah karena Ratna Sarumpaet mengalami depresi berat selama ditahan Polisi. Sebagai anak, sangat wajar Atiqah mengkhawatirkan kondisi kejiwaan sang Ibunda. Tapi mungkin agaknya Atiqah lupa bagaimana dampak kerusakan sosial masyarakat Indonesia yang diakibatkan oleh kelakuan jahat sang Ibunda.

Perbuatan Ratna Sarumpaet saat berbohong bahwa dirinya dianiaya sekelompok pemuda sungguh di luar jangkauan akal manusia waras. Rekayasa berjamaah bernuansa politik yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dan gerombolannya sungguh perbuatan jahat, sejahat-jahatnya. Upaya mereka untuk mendeskreditkan Pemerintah dan Polri yang dirancang dengan skenario kedodoran itu, sungguh suatu perbuatan keji di luar nalar akal sehat. Dan dampaknya dalam beberapa hari Indonesia digemparkan dengan berita palsu itu.

Kelompok mereka pun sudah ancang-ancang mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk memojokkan Pemerintah dan Polri. Kecaman politis di media massa oleh kelompok mereka seperti mitraliur yang ditembakkan bersahut-sahutan mulai dari Fadli Zon, Fahri Hamzah, Egi Sujana, Rachel Maryam, Hanum Rais dll. Pada intinya mereka mau menciptakan image bahwa negara ini tidak hadir dalam melindungi warganya. Dan kalau saja Polri tidak sigap membongkar rekayasa busuk ini, saya tidak tahu betapa besarnya kerusakan sosial yang bakal terjadi.

Sadarkah engkau akan hal ini, Atiqah ?

Atiqah yang baik,
Secara obyektif harus engkau akui, bahwa kelakuan Ibumu sangat luar biasa jahat. Bukan hanya pada kasus ini saja. Ibumu juga sering sekali melemparkan isu dan fitnah dengan nada frontal dan membabi-buta ke semua pihak. Saya tidak tahu, ada apa dengan Ibumu. Saya tidak mengerti, apa yang terjadi dengan hati Ibumu.

Atiqah yang menderita,
Saya termasuk orang yang percaya bahwa surga itu ada di bawah telapak kaki Ibu. Tapi saya tidak tahu surga seperti apa yang akan dibawa oleh seorang Ibu seperti Ratna Sarumpaet. Sangat berbeda dengan saat memandangmu, setiap saya memandang wajah Ibumu yang saya lihat justru neraka jahanam yang teramat pedih. Karena aura kebencian begitu mendominasi wajah Ibumu. Mohon maaf Atiqah 

Jadi Atiqah,
Biarkan saja Ibumu tetap di tahanan. Itu adalah harga yang harus dibayar atas kelakuan jahat yang dilakukan Ibumu kepada bangsa ini. Biarkan dia menebus semua kesalahannya selama di penjara. Siapa tahu jalan ini adalah cara terbaik yang diberikan Allah agar Ibumu berubah menjadi lebih baik. Kalau saat ini Ibumu depresi itu juga sangat wajar, karena dia mempunyai 'basic character' selalu menolak atas apapun yang dianggap tidak benar menurut dirinya. Karena jiwa pemberontak memang sudah mendarah daging di seluruh aliran darah Ibumu.

Sampaikan kepada Ibumu, ya Atiqah, agar dia belajar menerima dengan ikhlas semua yang telah terjadi atas dirinya. Ajari Ibumu untuk pasrah dan berserah. Kalau dia terus menerus memanjakan nafsu angkara murka pemberontakan dalam dirinya, bukan tidak mungkin Ibumu akan semakin parah tingkat depresinya. Dan akibatnya kamu tahu kan Atiqah ? Ibumu bisa jadi akan menjadi penghuni permanen RSJ Grogol.

Jadi Atiqah,
Untuk dirimu juga sebaiknya belajar untuk pasrah dan berserah atas kejadian yang menimpa Ibumu. Secara obyektif harus kamu akui, perbuatan Ibumu memang di luar batas kemanusiaan. Lebih baik kamu fokus membina keluarga yang bahagia bersama Rio Dewanto dan anak-anakmu. Mereka adalah masa depanmu. Sedangkan ibumu anggap saja masa lalu yang sudah terbentuk begitu adanya.

Saya tahu, sangat tidak mudah mempunyai seorang Ibu seperti Ratna Sarumpaet. Tapi ini takdirmu. Karena kita sebagai manusia tidak bisa memilih karakter orangtua kita harus seperti apa. Saya yakin kalau bisa memilih, kamu pasti tidak mau punya Ibu yang berkarakter seperti Ratna Sarumpaet, kan ?

Ikhlaskan saja Atiqah. Hidup ini memang pilihan. Dan ibumu telah memilih jalan terjal membatu. Ini pilihannya. Kita hargai. Dan biarkan dia menanggung akibat dari pilihan jalan hidupnya.

Selamat malam Atiqah,
Istirahatlah.....
Kamu terlihat lelah.....

Salam SATU Indonesia,
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Monday, November 12, 2018 - 17:30
Kategori Rubrik: