Apa Yang Harus Dilakukan Negara Pada LGBT

Ilustrasi

Oleh : Bukti Hasintongan

Dari sudut pandang hukum positif di Indonesia, tidak ada satupun undang-undang yang membenarkan ataupun melegalkan keberadaan LGBT di Indonesia. Lalu bagaimana nasib mereka?

Misalnya UU NO 1 Tahun 1974 Pasal 1
"Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan
tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkn ketuhanan Yang Maha
Esa"

Dari pasal tersebut jelas bahwa LGBT tidak mendapat pengakuan.

AS baru-baru ini sudah melegalkan praktik LGBT, artinya keberadaan LGBT di Amerika sdh mendapat pengakuan secara hukum. Bukan hanya Amerika, masih banyak negara2 yg mulai melegalkan Praktik LGBT, Lalu apakah Indonesia juga harus demikian?
TIDAK!

Berbicara tentang LGBT, maka kita tdk bisa lepas dari hakikat penciptaan manusia, bahwa pada hakikatnya manusia diciptakan laki2 dan perempuan, untuk kemudian bersatu dan menghasilkan keturunan. Tidak ada satupun agama di dunia ini yg membenarkan LGBT, karena memang menyimpang dari hakikat penciptaan itu sendiri.

Banyak yg bersuara supaya kaum LGBT ini dikecam dari Indonesia, sehingga mereka pantas diasingkan dari masyarakat sosial. Akan tetapi perlu diketahui, bahwa mereka juga warga negara Indonesia yg juga berhak mendapat kehidUpan dan keadilan di negara ini, lalu apakah dgn dalil ini lantas kita bisa membiarkan mereka untuk tetap melanjutkan eksistensi mereka?
TIDAK!

Perlu saya sampaikan bahwa LGBT adalah selain penyimpangan juga penyakit, mengapa saya katakan penyakit?
karena jelas mereka menyimpang dari kodrat penciptaan manusia, sbg seorang yg memiliki keyakinan terhadap ajaran Agama, yg percaya kepada Tuhan, saya percaya bahwa pada hakikatnya Tuhan menciptkan laki-laki dan perempuan, bukan laki2 dan laki2, atau perempuan dan perempuan,

Mengapa Tuhan harus menciptakan laki2 dan perempuan?
Tentu Tuhan punya maksud, yakni supaya kita manusia memliki keturunan, karena secara biologis keturunan hanya akan dapat diperoleh jika laki2 dan perempuan berhubungan, lalu bagaimana dengan laki2 dgn laki2 atau perempuan dgn perempuan, apakah mungkin menghasilkan keturunan?
Tentu tidak, lalu apakah Tuhan salah atau mungkin khilaf misalnya ketika menciptakan manusia laki2 dan perempuan?
Jelas Tidak, karena tidak mungkin Tuhan salah!

Kalau demikian, JELAS bahwa LGBT ini adalah penyimpangan yg merupakan penyakit. Maka kalau LGBT adalah penyakit, berarti ada obatnya, lalu apa obatnya?
Inilah yang harus kita cari bersama, semestinya negara hadir dalam hal ini, bukan sibuk memperdebatkan SAH atau TIDAK SAH keberadaan mereka di Indonesia!
Karena jelas ini tidak akan pernah SAH di Indonesia sampai kapan pun juga!
Karena kalau eksistensi mereka disahkan, maka hal ini tentu sudah melawan hakikat penciptaan itu sendiri, artinya sebetulnya secara langsung mengatakan bahwa Tuhan telah salah menciptakan mereka, dan bukan tidak mungkin akan mendapat penolakan yg keras dari kelompok mayoritas yg menolak LGBT.

Mengapa saya katakan ini penyakit, sbg contoh,
Pada waktu dulu saya masih duduk di bangku kuliah , saya pernah menyukai seorang gadis cantik, dia sangat cantik, kami berteman cukup lama,saya memperhatikan dia utk menunjukkan rasa suka saya waktu demi waktu, akan tetapi setelah beberapa bulan berlangsung, saya mulai mengetahui kalau ternyata dia menyukai perempuan, saya terkejut, lalu saya menelusuri, mengapa dia sampai seperti itu, kemudian, saya bertanya, mengapa kamu menyukai perempuan, kenapa bukan laki2?
Bukankah jika kamu berhubungan dengan perempuan hal itu tdk akan menghasilkan keturunan?
Lalu apa enaknya?

Dia menjawab, Laki-laki itu kasar, bukan seperti perempuan yang lembut, perempuan lebih peka perasaan perempuan bukan seperti laki2.
Itulah jawaban polosnya,
Lalu lanjut saya bertanya,tapi kan itu tdk akan pernah menghasilkan keturunan?

Ya memang benar, tapi saya mencari kebahagiaan, kalau saya tdk bahagia dan nyaman atau tidak suka dgn laki2 apakah saya harus memaksa utk suka?

Lalu sejenak saya terdiam, lalu berkata, apa yg membuatmu mengatakan laki2 itu kasar dan tidak lembut?

dia menjawab, saya sering melihat laki2 kasar terhadap perempuan, mereka tdk menjaga perasaan perempuan, saya takut dan tdk ingin sperti itu.

Dari satu contoh di atas meskipun tdk mewakili semua kaum LGBT dapat diambil kesimpulan sementara bahwa ada faktor yg menyebabkan mengapa seseorang tersebut mengalami atau menjadi kaum LGBT. Seperti Trauma dgn kondisi yg sering disaksikan (faktor lingkungan)

Inilah seharusnya yg perlu dilakukan pemerintah, memfasilitasi kaum LGBT untuk kembali normal menjadi manusia seutuhnya.

Negara harus bisa menjangkau, semua warga negara dan membimbing mereka dgn cara2 yg solutif,bukan sibuk membahas ttg sah tidaknya LGBT di Indonesia.

SOLUSINYA:
SEGERA BUAT SARANA UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT LGBT, seperti LEMBAGA REHABILITASI!
di sana tempatkan ahli2 psikologi dan ahli2 kesehatan, utk mengarahkan mereka kembali jadi manusia normal!

Tapi bagaimana?
Kaum LGBT tdk mengakui hal tersebut penyakit,
karena penyakit harus mempunyai ciri spesifik dlm kedokteran.

Tidak terlalu penting mereka mengakui hal tersebut penyakit atau tidak, yg jelas itu penyakit, mungkin ini adalah penyakit yg paling berbahaya, dari semua penyakit, yg jika dibiarkan akan merusak nilai2 moral kemanusiaan.

Lalu bagaimana?
Apakah LGBT harus dipidana ?
TIDAK!
Logikanya kalau orang sakit diobati, bukan dihukum!
Karena jika demikian, maka negara sudah merampas hak-hak mendasar mereka sbg WNI.

Akhirnya, 
STOP MEMBULI MEREKA, MEREKA JUGA WNI,
JANGAN KARENA KITA MAYORITAS TIDAK PRO LGBT LANTAS MENGECAM MEREKA DENGAN CARA2 YG TIDAK SEHAT!

Salam!!
KITA SEMUA SATU!
NKRI!

#Bagaimana pendapat anda?

Sumber : Status Facebook Bukti Hasintongan

Thursday, February 1, 2018 - 16:15
Kategori Rubrik: