Apa yang Didapat Zionis dan AS dari Kasus Corona

ilustrasi

Oleh : Ismail Amin Pasannai

19 tahun lalu, tanggal 11 September 2001 dunia diguncang oleh sebuah peristiwa dasyhat. Disebut sebagai insiden pembajakan pesawat yang ditabrakkan ke menara kembar WTC di Newyork City. Disebutkan setidaknya 3000 orang menjadi korban jiwa dari insiden tersebut.

Banyak teori konspirasi yang kemudian muncul pasca insiden tersebut, bahwa Amerika Serikat sendirilah yang merekayasa terjadinya tragedi tersebut. Di luar benar tidaknya teori-teori konspirasi tersebut setidaknya yang paling diuntungkan adalah Amerika Serikat.

Supa Athana menulis, setidaknya tragedi 9/11 menguntungkan AS secara sosial, yaitu Islam Phobia di Barat semakin besar. Dan secara politik, AS punya alasan untuk menghabisi kekuatan Taliban di Afghanistan dan menjatuhkan Saddam Husain sebagai penguasa Irak. Sejak itu, cengkaraman AS di Timur Tengah semakin tajam dan Zionis Israel semakin menguat.

Sekarang, merebaknya kasus Corona, meski sulit dibuktikan secara material dan bukti fisik bahwa itu adalah senjata biologis AS dan konspirasi jahat Zionis, namun tidak bisa dipungkiri AS dan Zionis berada di pihak yang diuntungkan.

Pertama, Corona berhasil membuat China mati kutu. Wabah Corona meruntuhkan kedigdayaan ekonomi China yang menjadi pesaing terkuat AS di pasar dunia. Kedua, dengan juga menghantam Iran, isu Corona telah menenggelamkan simpatik warga internasional terhadap tokoh inspiratif dan kesyahidan Syahid Qassem Soleimani. Iran jadi kelabakan memerangi wabah Corona yang semakin menelan korban setiap harinya, dan tidak lagi bisa ngotot menjalankan 13 strateginya membalas kematian Syahid Qassem Soleimani. Teriakan usir AS keluar dari Timur Tengah tiba-tiba diredam oleh suara-suara media yang sibuk menyebutkan data korban terinfeksi Corona, bahkan dengan kasus Corona, tanpa memiliki rasa bersalah, AS menawarkan jasa untuk membantu Iran. Padahal posisi AS sudah terdesak di Irak, Suriah bahkan Aghanistan.

Ketiga, isu Corona juga dimanfaatkan AS dengan aktif mengkampanyekan bahwa episentrum wabah Corona di Timur Tengah adalah di Iran khususnya di kota Qom, dan lebih spesifik lagi di Haram Sayidah Maksumah sa. Dicitrakan bahwa prilaku warga Syiah yang menjilati situs suci di Qom lah yang membuat wabah Corona mudah menyebar. Dengan itu hendak didorong untuk menjauhkan masyarakat dari tempat dan makam suci sebagai simbol pemersatu dan inspirasi perlawanan kaum Syiah terhadap arogansi AS. Pemerintah Iran didesak untuk menutup situs-situs suci yang dengan itu kaum Syiah tidak lagi bisa ziarah dan menjadi tempat berkumpul menyuarakan persatuan Islam ke seluruh dunia. Corona telah berhasil membuat Iran meliburkan penyelenggaraan salat Jumat setidaknya sudah dua kali, yang dalam prosesinya selalu memuat kecaman dan orasi mengungkap kejahatan-kejahatan AS dan Zionis.

Keempat, melalui kampanye media, AS hendak menjatuhkan pemerintahan Wilayatul Faqih, dengan massif menyebar hoax yang sengaja untuk menimbulkan kegaduhan dan kepanikan sehingga apabila situasi tidak stabil maka rakyat akan kehilangan kepercayaan pada kemampuan pemerintah mengatasi serangan mematikan virus Corona.

Kelima, ini yang mengerikan. Target wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamanei. Wali Fakih yang selalu menjadi tokoh muslim paling berpengaruh di dunia ini tidak bisa dinafikan adalah simbol perekat dan pemersatu, bukan hanya di Iran tapi juga di dunia Islam. Beliau adalah simbol kekuatan Islam yang berani berhadap-hadapan dengan arogansi Amerika Serikat. Dan target ini, bukan tidak mungkin terjadi jika Iran tidak hati-hati. Corona sudah menyerang pejabat tinggi pemerintah bahkan sampai tingkat wakil presiden, anggota parlemen bahkan dikalangan tokoh senior Iran Corona sudah mengakhiri hidup penasehat pemimpin tertinggi Iran.

Jadi ujung keuntungan yang didapat AS dari penyebaran wabah Corona yang melumpuhkan Iran adalah runtuhnya pemerintahan Wilayatul Fakih di Iran. Insiden mematikan di negara lain terkait Corona adalah pelengkap penderita, resiko yang biasa muncul dari sebuah target dan konspirasi besar.

Teori dan analisa yang menyebutkan, bahwa kasus Corona adalah konspirasi dan rekayasa AS dan Zionis bisa saja salah, tapi mengenai keuntungan yang didapat AS dibalik kasus ini, tidak bisa dinafikan dan ditolak. Data-data membeberkan semua fakta itu. Betapa massifnya media-media AS mengail di air keruh. Iran saat ini sedang berjuang sendirian. Arab Saudi sudah lebih dulu memojokkan dengan menyebut Iran harus bertanggungjawab atas tersebarnya wabah Corona di kawasan.

Betapa beratnya beban Wali Fakih hari ini. Mendapat hantaman dari dalam dan serangan bertubi-tubi dari luar. Semoga beliau tetap sehat wal afiat dan membawa bangsa Iran bisa keluar dari masalah berat ini. Bila Iran berhasil mengatasi virus Corona, maka bisa dipastikan dampaknya bagi dunia akan sangat besar. Arogansi AS dan Zionis bisa rontok.

Tagar nasional Iran yang tetap optimis mengatasi badai Corona: "Corona ra shekast mi dahim… Corona akan bisa kita kalahkan….!!!"

Kuatlah Iran…

Sumber : Status Facebook Ismail Amin Pasannai

Thursday, March 12, 2020 - 08:00
Kategori Rubrik: