Apa Salah Kita

ilustrasi

Oleh : Arif Maftuhin

Tadi, ada yang sharing sebuah kegiatan "kuliah pra-nikah", yang ngisi orang-orang yang sesungguhnya tidak memenuhi syarat untuk bicara isu itu. Dua-duanya alumni perguruan tinggi umum non-psikologi, tidak ada ada rekam jejak pendidikan agama, dan sepertinya populer karena 'self-marketing' yang 'baik''.

Saya sedih, kemana para alumni pesantren dan UIN? Mereka sudah katam kitab-kitab Fikih tentang nikah, mereka ada yang kuliah di Prodi Psikologi atau BKI. Secara keilmuan, saya yakin, mereka jauh lebih berkompeten daripada para 'self-marketer' ini.

Saya pernah coba dengar omongannya, ya sebenarnya gitu-gitu saja. Tidak ada yang istimewa. Saya percaya ada banyak alumni UIN yang baik latar belakang pendidikan agama dan pendidikan formalnya di UIN telah membekalinya dengan kapasitas yang lebih baik. Jadi, mengapa bukan kita?

Kita mungkin juga lihat beberapa posting yang sharing sebuah jurnal yang akan terbit... Tuh, baru akan terbit saja kita sudah heboh. Mental apa yang membuat kita heboh? Karena diterbitkan Brill. Baygon jaminan mutu. Bill jaminan keren.

Tetapi bener nggak jurnalnya keren? Wallahu a'lam. Wong belum terbit. kalau komentar nanti malah seperti hebohnya film The Santri. Belum jadi sudah heboh.

Yang sudah bisa dinilai adalah editorial board. Saya langsung kecewa karena tidak ada satu nama pun scholar Indonesia di jurnal itu. Tidak satu pun. Apakah kita sedemikian 'tidak bermutu'? Saya yakin bukan itu masalahnya. Tetapi saya juga tidak tahu apa masalahnya. Indonesia ini punya banyak ilmuwan kelas dunia dalam kajian Islam.

Yang lebih bikin gemes tentang "upcoming journal" itu adalah ketika saya cek editor in chiefnya. Well, Anda check sendirilah. Yang bisa saya pastikan, di UIN Sunan Kalijaga saja ada banyak orang (bukan saya) yang jauh lebih kompeten daripada dia. Pak Nur Moch Nur IchwanAl MakinNoorhaidi Hasan, sekedar contoh, jelas lebih punya track record publikasi yang lebih baik dari si editor in chief.

Jadi, apa masalah kita? Dunia yang 'zalim' atau karena kita terlalu humble? Entahlah. Anda mungkin lebih tahu dari saya.

Sumber : Status Facebook Arif Maftuhin

Wednesday, October 16, 2019 - 13:45
Kategori Rubrik: