Apa Papua Bukan Indonesia

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Gugurnya Laksamana Yos Soedarso, tenggelamnya kapal TNI AU Macan Kumbang dalam perebutan Irian Barat waktu itu, adalah sebuah usaha bersimbah darah dan mereganggnya nyawa para pahlawan.

Kembalinya Papua ke pangkuan NKRI tidak sesegera dibenahi, bahkan lama dibiarkan terlantar. Ada gunung emas dikuras, anak negeri dihutan belantara dikelilingi deru suara alat berat dan dentuman peledakan area tambang hanya menyumbang suara bak genderang perang.

 

Mereka dimarjinalkan, bahkan akses pendidikan nyaris ditiadakan, pernah terbesit dipikiran apa ras saudara kita di Papua mau dimusnahkan, dipromosingkirkan seperti suku Aborigin di Australia.

Kenapa mereka lama tak disapa, sejujurnya era orbalah yg membuat mereka merana, 32 thn adalah waktu yg cukup utk membenahi Papua yg jauh tertinggal dari pulau lainnya, khususnya Jawa. Ketertinggalan inilah yg menyisakan luka menganga, mereka para saudara kita seperti layaknya saudara tiri saja.

Hadirnya Jokowi dalam kondisi yg sudah ada bekas sakit hati, ditambah lagi orang- orang yg selama ini hanya merampok isi perut Papua, sekarang mereka masuk dalam kerumunan anak-anak Papua meletupkan hasutan dan dongeng impian, mereka pasti mengarang cerita kalau Papua merdeka akan kaya raya. Sekelumit orang Papua terpedaya, pikirannya naik keangkasa, terbayang kalau kaya mereka akan beli seisi dunia, mereka lupa orang yg bicara didepannya justru itulah srigala penghancur Papua.

Hari ini beredar tulisan bagaimana Cendana ada di Papua, mereka tidak peduli Indonesia mau jadi apa dan terbelah berapa yg penting harta mereka bisa tetap ada dalam dekapan. Untuk itu harapan kita agar saudara kita yg terkena hasutan bisa cepat siuman, apapun yg ditiupkan kalau isinya membuat kerusuhan, pastilah itu sebuah rencana penghancuran. Jangan seolah sekarang berada dimulut buaya, malah didepan diterkam mulut singa. Karena buaya yg pernah memangsa Papua hanya orba, sekarang semua sudah dienyahkan, sementara Jokowi adalah sebuah keniscayaan menghadirkan pemerataan pembangunan karena Papua sekarang adalah NKRI yg tak terpisahkan, bukan Papua rasa pengasingan.

Mari bangkit dalam kesadaran, bukan malah larut ikut pusaran rencana penghancuran. Kalau ada rayuan yang menghanyutkan itu hanya ucapan manusia picisan yg kelak akan melahap kalian, mana ada buaya melepas makanan yg sudah dalam gigitan.

Papua itu Indonesia, jangan dianggap cuma tetangga, KITA INDONESIA, KATONG BASODARA.

 

(Sumber: facebook Iyyas Subiakto)

Tuesday, September 3, 2019 - 17:30
Kategori Rubrik: