Apa Kata Presiden PKS

Oleh: Wahyu Sutono

 

Ini cukup realistis sekali bila keinginan untuk mengganti Presiden RI pada tahun 2019 dirasa masih jauh bisa terealisasi. Jadi apa yang dikatakan kadernya Mardani yang paling brisik teriak-teriak 2019 ganti presiden, tentulah hanya sekedar hayalan yang tak terukur. Mari kita cermati baik-baik apa yang dicuitkan oleh Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman:

Pertama. Harus ada Paslon yang bisa menantang petahana. Saat ini baru ada Prabowo, namun selain tambah galau, juga belum punya ticketnya, karena syarat electoral vote 20% belum terpenuhi, sebab Gerindra masih solo karir. Jangankan partai lainnya. PKS sendiri belum memutuskan secara resmi untuk berkoalisi. Begitupun Gatot yang sudah mendeklarasikan untuk maju sebagai kandidat capres belum ada yang mengusung.

 

 
 

Kedua. Belum ada kandidat yang elektabilitasnya tinggi. Prabowo yang selama ini menguntit Jokowi-pun tak beranjak naik masih dikisaran 20-25%, bahkan sangat mungkin bisa turun paska pernyataan Indonesia Bubar 2030, karena dianggap sebagai pemimpin yang pesimistis. Sedangkan Gotat dari berbagai survey tak pernah beranjak dari kisaran 4-7% saja.

Disisi lain, tingkat kepercayaan kepada Jokowi sudah mendekati angka 80%, dan elektabilitasnya terus naik, terlebih partai-partai umumnya lebih memilih merapat ke kubu Jokowi, termasuk partai baru sekalipun. Oleh sebab itu tak heran bila Jokowi yang selama ini santai, tetap rilex namun terus berfikir positif dan hati-hati. Bila kemudian Jokowi bersikap lebih tegas, itu semata-mata karena lawan politiknya yang mulai menyerang tanpa didukung dengan data yang akurat.

"Salam NKRI Gemilang"

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)
Monday, April 9, 2018 - 00:00
Kategori Rubrik: