Apa Istimewanya Penjual Tahu Cantik?

ilustrasi

Oleh : Aizza Ken Susanti

Kalau ada mahasiswi viral karena dianggap cantik dan jualan angkringan bantu bapaknya, itu jelas gue gak sukak.

Viralinnya jangan di konteks "Cantik" dan bantu ortu. Gak nyambung! Soalnya yang bantu ortu tapi ga cantik juga banyak.... Tapi kalau sudut pandangnya lain seperti; "Seorang mahasiswi membantu orangtua berjualan dan tetap bisa cumloud di sela kesibukannya." Nah, ini ada KORELASINYA.

Di satu kasus lain Nia seorang artis, kaya raya sejak kecil, ortu politikus, bojo keluarga politikus bin pengusaha tajir melintir, kemudian dia dianggap "hanya" punya kecantikan serta kemampuan akting, ya kenapa tidak?! Dia artis kok, seiras donk sama pekerjaan dia di bidang showbiz.

Suatu ketika ada media mengangkat satu adegan Nia kesulitan ceplok telur, netizen julid. "Ih, gak bisa masak.
Biasa hidup enak.
Untung lakiknya kaya.
Panteslah asistennya banyak.
Ih masih keren istrinya yang punya FB."

Coba diresapi bareng-bareng deh. Gak semua lelaki menuntut istrinya bisa masak kok, fine-fine saja. Dan point HARUS BISA MASAK itu gak responsif gender.
Apakah semua istri harus bisa masak? Kamu tahu ga jawaban feminis paling mukhtahir??? Jawabannya ialah: NGGAK HARUS.
Sebagaimana perempuan NGGAK HARUS CANTIK hanya untuk diviralkan sebagai anak yang berbakti bantuin bapak ibunya jualan.

Balik lagi soal PEREMPUAN GAK HARUS BISA MASAK. Why? Sebab memasak dan mencari uang itu bukan soal kamu lelaki atau wanita. Bukan soal jenis kelamin. Bukan soal kamu istri atau suami.

Sebagaimana bekerja dan cari uang, memasak itu hanyalah salah satu pembagian tugas. Ya, TUGAS. Dan itu komitmen bersama yang disepakati suami dan istri dalam rumah tangganya.

Kalau Mas Bakrie merasa sangat no problem Mbak Rahmadhani seperti demikian adanya (gak bisa masak, ga ngurus anak secara langsung, ga bisa buka 'biji' salak), ya itulah dirinya yang diterima suaminya sejak awal hingga 10 tahun usia pernikahan mereka.

So sweet banget saat perempuan diterima suaminya dengan lapang dada dalam kekurangannya.

Jangan pernah ada lagi kalimat, "perempuan harus masak." Betul-betul deh, masyarakat kita masih sangat-sangat bias gender.

Sumber : Status Facebook Aizza Ken Susanti

Friday, January 24, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: