Apa Ada Opsi Selain Lockdown?

ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Ada!

Kalau kebutuhannya adalah cipta kondisi (CipKon) agar orang tidak keluar rumah, maka bisa dimulai dengan mempelajari peta migrasi. Ini agar bisa diketahui kenapa seseorang atau sekelompok orang berada di luar rumah, dan kelompok mana yang benar-benar 'essential' untuk berada di luar rumah.

Tapi ada langkah-langkah cipkon yang bisa dilakukan sekarang sambil menanti peta migrasi tersebut selesai, yaitu:

1. Tutup seluruh gedung-gedung perkantoran, termasuk perkantoran swasta;

2. Tutup Malls, kafe, bar, restoran, spa, salon dan tempat hiburan

3. Tutup kafe, bar dan restoran di hotel-hotel juga. Buka hanya untuk tamu hotel saja

4. Bekerja sama dengan lembaga-lembaga keagamaan untuk menghimbau jemaat agar beribadah di rumah masing-masing.

5. Tidak memberi ijin bagi kegiatan-kegiatan massa.

6. Tambahkan penalti/denda bagi orang atau perusahaan yang melanggar. Misalnya: kalau ada karyawan yang masuk kantor, padahal sudah dilarang oleh pemerintah, maka KANTORnya yang HARUS MEMBAYAR DENDA.

Langkah2 ini secara signifikan akan menurunkan jumlah orang yang berada di luar rumahnya, termasuk jumlah orang yang menggunakan moda transportasi umum.

Kalau demand-nya menurun, maka kebijakan membatasi frekuensi maupun jumlah moda transportasi publik juga bisa dilakukan.

Kemudian, yang bisa dilakukan sekarang adalah pengurangan orang bepergian dari satu pulau ke pulau lain. Ini tindakan mitigasi agar penyebaran #COVID19 dari satu pulau ke pulau lain bisa dicegah atau diturunkan.

Setelah itu maka pelajari lagi peta migrasi, dan diupdate sesuai informasi terkini. Kenapa peta migrasi harus selalu dipelajari, agar CipKon itu bisa selalu disesuaikan dengan kebutuhan.

Jadi, solusinya tidak melulu adalah Lockdown.

#WhySoSerious

Sumber : Status facebook Alto Luger

Wednesday, March 18, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: