Antibody

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat,Lc.,MA

Zat antibody adalah pasukan khusus pertahanan tubuh yang tugasnya mematahkan segala unsur yang masuk dan ingin merusak tubuh.

Pasukan ini mungkin di awalnya agak kelimpungan menghadapi musuh jenis baru. Jadi butuh waktu tertentu untuk mengenali musuh, baik kelebihan dan kekurangannya.

Apabila kelemahan musuh sudah diketahui, maka zat antibody akan dengan mudah mengalahkan si perusuh hanya dengan sekali gebuk. Tidak perlu kucing-kucingan lagi menghadapi musuh.

Informasi tentang kelemahan musuh inilah yang harus diajarkan kepada pasukan zat antibody. Caranya adalah dengan memasukan informasi lengkap itu ke dalam tubuh penderita, biar segera dikenali oleh zat antibody secara kilat. Tidak perlu berkelahi panjang lebar dulu, yang resikonya bisa menang bisa kalah.

Memasukkan informasi kelemahan si perusuh inilah adalah konsep yang sama sekali baru di dunia kedokteran. Disebut dengan imunisasi atau vaksinasi. Ini adalah satu dari tiga revolusi besar dunia kedokteran di abad modern, selain anti biotik dan anestesi.

Al-Quran dan Sunnah sejak 15 abad lalu sudah memerintahkan kita untuk melakukan penelitian terus tanpa henti, atas segala gejala dan fenomena alam semesta. Kita disuruh menembus penjuru langit dan bumi kalau perlu.

Di suatu kurun tertentu, mungkin saja teknik penyembuhan masih begitu kuno dan tradisional. Termasuk di masa kenabian Muhammad SAW abad ke-7 masehi, hadits-hadits nabawi terkait dengan teknik penyembuhan di masa itu masih terdokumentasikan hingga hari ini. Fungsinya sebagai catatan sejarah yang berharga.

Sebagaimana juga hadits terkait jadulnya alat transportasi, alat industri, alat pertanian, alat peternakan, dan alat-alat rumah tangga di masa itu. Kita meyakini bahwa semua itu bukan bagian dari tujuan syariat yang mengunci-mati kita harus mempertahankan pemakaian alat-alat bagian sejarah.

Begitu juga dengan alat-alat penyembuhan di masa itu, tentunya syariat Islam tidak mengikat kita dengan pengobatan 15 abad yang lalu. Karena jenis penyakitnya juga sudah jauh berbeda.

Boleh jadi penyakit yang beredar di masa itu sudah tidak ada lagi di masa sekarang. Sebaliknya, penyakit di masa sekarang ini membutuhkan penyembuhan yang sesuai dengan zamannya.

Maka berbahagilah kita ketika penyakit yang adanya di zaman sekarang, ternyata bisa disembuhkan lewat teknologi kedokteran yang sesuai dengan zamannya.

Bukannya malah memusuhi sambil memisuhi.

Sumber : Status facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Friday, April 10, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: