Anti PKI/Komunis Seharusnya Anti PKS-HTI

Oleh : Guntur Wahyu Nugroho

PKI/Komunis itu kiri mentok sedangkan PKS/HTI itu kanan mentok. PKI/Komunis ingin menciptakan masyarakat yang sama rata sama rasa dengan diktatur proletarnya sedangkan PKS/HTI ingin menegakkan syariat Islam dengan Khilafah Islamiyahnya. "Kamerad, Kawan, Komandante" adalah panggilan-panggilan akrab ala PKI/Komunis sedangkan "Ikhwan, Akhwat, Akhi, Ukhti adalah panggilan khas PKS/HTI. PKI/Komunis melabeli musuh-musuhnya dengan sebutan "Kapitalis-Birokrat (Kabir), Borjuis, Antek Kapitalis". PKS/HTI melabeli musuh-musuhnya dengan sebutan Kafir, Sekularis, Pluralis, dan Liberalis. PKI/Komunis dan PKS/HTI adalah partai kader yang militan, punya kelompok-kelompok sel dengan hierarki komando yang terstruktur dan tersentral. Metode gerakan PKI/Komunis dan PKS/HTI relatif sama dalam hal agitasi, propaganda dan provokasi. PKI dan PKS menempuh jalur demokrasi dengan masuk ke parlemen, sedangkan komunis (Marxisme-Leninisme) dan HTI menempuh jalan non-parlemen dana apabila kondisi subyektif-obyektif telah matang, maka akan melakukan kudeta atau revolusi dengan tujuan masyarakat komunis dibawah rezim diktatur proletar atau Khilafah islamiyab dengan tunduk patuh pada Klan Quraisy Arab Saudi (klan yang menjadi amirul mukminin).

Perbedaan PKI/Komunis dengan PKS/HTI ialah ideologi yang sekuler versus ideologi agamis. Sama-sama jualan utopia, ideologinya anti kritik dan membenarkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Ekstrem kiri dan ekstrem kanan.

Ada 3 pihak yang gencar melakukan kampanye anti PKI : Gerindra, PKS/HTI dan militer. Dari sononya, PKS/HTI memadukan ideologi fasis, wahabis dan metodologi komunis untuk merebut kekuasaan di Indonesia. Yang mengherankan militer nampak adem-adem saja menyikapi inflitrasi ideologi transnasional yang berbahaya ini. Sedangkan Gerindra karena kecenderungan fasisnya, bisa dimaklumi bergandengan tangan dengan PKS/HTI. Lha wong PKS/HTI juga menyerap ideologi fasisme. Jangan2 karena kecenderungan fasistiklah, militer juga relatif dekat dengan PKS/HTI. Tinggal siapa yang memanfaatkan siapa. Tapi mengingat PKS/HTI adalah ideologi transnasional yang jejaring dan pendanaannya jauh lebih luas daripada entitas organisasi yang ada pada suatu negara, pada akhirnya Gerindra dan Militerlah yang akan kalah.

Betul-betul anasir-anasir ini maling teriak maling ketika Gerindra-PKS/HTI teriak-teriak bahaya kebangkitan PKI dan Komunisme kemudian diecer oleh Alfian Tanjung, Kivlan Zen dan demagog-demagog lainnya dan menuduh Pemerintahan Jokowi adalah PKI, antek Asing dan Komunis.

Yang jelas dan pasti PKS-HTI ini mempunyai misi khusus untuk menundukkan NKRI dibawah kekuasaan monarkhi absolut bani Quraisy Arab Saudi. Sama halnya bila dulu komunis yang menang, kita ditundukkan dibawah kekuasaan diktatur proletar yang direpresentasikan oleh Uni Soviet.

Jadi di penghujung September ini, apabila anda diajak nonton bareng film G30 S / PKI, camkan dalam benak anda bahwa PKI jaman now bukan seperti yang diperlihatkan di film itu melainkan tidak lain dan tidak bukan adalah PKS-HTI. Mereka nyata, berkeliaran bebas di Indonesia dan sedang bergerak bersama politisi dan pengusaha hitam untuk mengganti ideologi Pancasila dan Konstitusi kita. Pilpres 2019 akan menentukan berhasil tidaknya upaya mereka.

Waspadalah terhadap PKS/HTI sebab kedua parpol tersebut adalah manifestasi PKI/Komunis jaman now. Know your real enemy !

 

Sumber : facebook Guntur Wahyu Nugroho

Friday, September 21, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: