Antara #UnInstallBukaLapak VS #UninstallJokowi

ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

AZ maksudnya tidak keliru kalau bicara problematika riset di Indonesia, tapi cara penyampaian yang tidak matang, dan tidak mempertimbangkan banyak faktor lain kenapa selama ini di Indonesia anggaran R&D memang relatif rendah. Sehingga ujungnya bullyan yang dahsyat dari netizen 01. Karena menimbulkan multitafsir, ya siapapun boleh mengkritik twitnya.

Kemudian lahirlah gerakan uninstall Bukalapak. Gerakan massif bahkan bisa memelorotkan rating aplikasi hingga ke level yang cukup parah dan serius, memang menunjukkan bahwa di udara, Netizen 01 masih punya taji. Ya solidaritas mereka muncul disini.

Namun yang menjadi problem, bahwa yang mengisi Bukalapak itu bukan hanya konsumen, tapi juga sangat banyak pelapak dan UMKM, yang buat mereka urusan lancarnya usaha demi mengebulnya dapur anak istri lebih penting ketimbang ikut ribut di media sosial. Mereka yang terancam ikut jengah, karena potensi pendapatan mereka menurun. Yang salah AZ, kenapa mereka juga ikut dihukum?

Mereka biasanya buka jaring usaha tidak hanya di BL, bisa juga di Toped, Shopee atau yang lain. Tapi kalau ada yang bilang, ya khan tinggal jualan aja di Toped atau yang lain? Tentu jawabannya tidak semudah itu Felguso. Di tengah iklim persaingan usaha yang semakin ketat di era digital ini, menutup satu jaring, itu akan sangat merugikan mereka. Sentimen ekonomi mereka jelas lebih kuat. Itu bahkan bisa membuat mereka antipati secara politik kepada yang membuat jaring usaha mereka terusik.

Saya rasa itulah yang disuarakan oleh Gibran dan Kaesang yang berdiri untuk meredam suasana, dan meminta publik 01 tidak menghukum Bukalapak, karena disana sudah ada ekosistem yang terbangun, ada banyak keluarga yang mendapat pemasukan ekonomi. Dua anak yang terbiasa menerima hujatan ini, adalah yang paling tahu, bahwa respons emosional itu manusiawi, tetapi kepentingan masyarakat banyak itu yang lebih penting. Kedua anak ini terbiasa dihujat, dan mereka yang paling sering memaafkan. Dan keduanya meminta supaya yok budaya saling memaafkan yang diutamakan. Toh kita semua juga pasti sering berbuat salah.

Jalan saling memaafkan itu pula yang saya yakin sedang terjadi di Istana ketika tulisan ini sedang ditulis.

Kalau #uninstallJokowi? Ya itu khan baju lain dari #2019GantiPresiden, yang juga sekadar gerakan emosional balasan memanfaatkan momentum ini. Dukungan (sementara) ke Bukalapak juga sifatnya sangat politis, yang penting bisa kontra dengan Jokowi. Dukungan ini bisa tiba-tiba hilang kalau pertemuan di Istana menghasilkan sesuatu yang berbeda dengan yang mereka inginkan.

Ini bukan masalah benar apa salah. Karena ini politik, Bung!

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Saturday, February 16, 2019 - 12:45
Kategori Rubrik: