Antara Trump dan Anies

Oleh: Sumanto Al Qurtuby

 

Dalam beberapa hal gaya Trump itu mirip-mirip dengan Anies. Banyak yang bilang keduanya "rasis": Trump anti non-pribumi Amerika, sedang Anies anti non-pribumi Indonesia. Padahal, keduanya sama-sama pendatang.

Warga pribumi Amerika itu ya, antara lain, suku-suku Indian (sekarang disebut "native Americans"). Emang Trump keturunan suku-suku Indian? Orang-orang kulit putih di Amerika seperti Trump kan keturunan kaum migran, pengungsi, dan pendatang dari Eropa. Sama seperti para bule Australia. Semua migran.

Anies juga sama. Ia keturunan migran Arab-Yaman (khususnya dari daerah Hadramaut di Yaman selatan) yang dulu berbondong-bondong berlayar ke Nusantara karena di negerinya dilanda perang dan paceklik berkepanjangan. Jadi orang Arab-Yaman ke Nusantara itu dulu untuk jualan dan mencari makan. Ada beberapa kelompok migran Arab-Yaman di Nusantara: sadah, irshadi dan qabail. Baswedan masuk grup irshadi yang di Yaman masuk kelompok sosial sedang-sedang saja: elit bukan, gembel juga bukan.

 

 

Jika yang dimaksud Trump dengan "non-pribumi Amerika" itu khususnya kaum Latinos, Blacks, dan Arabs. Maka, yang dimaksud dengan "non-pribumi Indonesia" itu khususnya adalah Cina (Tionghoa).

Apakah Trump dan Anies tidak tahu atau tidak sadar kalau mereka sebetulnya juga bukan pribumi Amerika dan Indonesia? Mereka berdua jelas tahu betul dan sadar benar kalau pendatang! Emangnya mereka berdua itu Mamat yang nggak tahu-tahu dan gak sadar-sadar tapi malah bangga dengan ketidaktahuannya dan ketidaksadarannya he he?

Meskipun banyak yang bilang kalau Trump dan Anies itu "rasis". Tapi bagiku mereka itu tidak rasis. Mereka hanya memanfaatkan sentimen rasisme yang sudah tumbuh-berkembang di sebagian kelompok masyarakat. Mereka hanya "mengfasilitasi" atau mewadahi kemauan para gerombolan bigot dan rasis di kedua negara. Dengan kata lain, mereka berdua hanya sebagai "corong" dan "echo" para Mamat-Mimin-Momon di kedua negara.

Mereka berdua menggunakan sentimen rasisme dan isu "pri-nonpri" itu hanya sebagai "alat jualan" dalam kampanye politik untuk mendulang suara dan meraup dukungan. Itu saja. Pidato berapi-api Mr. Trump yang mengatakan "non-pribumi sering menyantap makan siang jatah orang pribumi Amerika" atau Anies yang bilang "Kini saatnya pribumi memimpin" hanyalah retorika belaka yang tujuan utamanya hanya untuk menyenangkan para pendukungnya, terutama kaum Mamat-Mimin-Momon itu.

Apakah Trump anti-Arab dan Muslim? Tidak. Bagaimana mungkin anti-Arab dan Muslim wong dia itu berauliya dengan para tokoh dan pengusaha Arab dan Muslim. Trump misalnya dikenal sebagai sahabat dekat Prince Alwaleed bin Talal yang dulu pernah membeli Yacht mewah milik Mr. Donald bernama "Trump Princess" disaat Trump dillit utang karena perusahaan real estate-nya bangkrut. Kini yacht itu bernama Kingdom 5KR.

Anies juga bukan anti-China. Bagaimana mungkin anti-China wong dia dan Uno itu justru dikelilingi dan "diberkati" oleh para tokoh dan pengusaha China, khususnya para tokoh dan pengusaha China yang anti-Ahok he he. Nih lihat foto ini, bagaimana "30 naga" mengelilingi dan "memberkati" Anies he he. Saatnya pribumi memimpin? Preetttt...

 

(Sumber: Facebook Sumanto A)

Sunday, October 22, 2017 - 14:00
Kategori Rubrik: