Antara Syariat dan Adat

ilustrasi

Oleh : Nun Alqolam

Syariat berasa dari kitab suci, ajaran yang dibawa oleh Rasululah shallallahu 'alaihi wasallam. Sedangkan adat adalah bentukan dari kebiasaan masyarakat di belahan bumi. Adat bisa berbentuk mode pakaian, bahasa, tradisi dan kebiasaan masyarakat lainnya yang dikerjakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Mereka yang ada di meme tersebut, bukan habib, syeikh, ustadz atau ulama, tapi mereka adalah pastor Katholik di Jazirah Arab.

Mereka pakai sorban, jibah atau gamis, padahal mereka bukan beragama Islam. Ini sebagai bukti bahwa gamis, surban, dll bukan masuk dalam ranah SYARIAT tapi ADAT. Mode pakaian Arab itu adat masyarakat Arab dan bukan Syariat Islam.

Sekali lagi, itu semua hanyalah salah satu budaya di Jazirah Arab. Karena itu adat (bukan syatiati) maka boleh diikuti siapa saja, walau mereka yang beragama non muslim bahkan kafir sekalipun. Buktinya Abu Jahal juga berpakaian sebagaimana Rasulullah. Dalam hal berbusana antara Rasulullah dan Abu Jahal tidak ada yang beda. Yang membedakan adalah wajahnya yang basyyam, akhlak dan akidahnya.

Karena pakaian model Arab adalah adat maka boleh diikuti umat dan pemuka agama Islam, Katholik, Yahudi yang ada di jazirah Arab. Itu budaya bersama, milik semuanya, yang ada di jazirah Arab sana.

Juga boleh tidak diikuti. Tak mengikutinya (tidak berpakaian model Arab seperti itu), sama sekali tidak melanggar ajaran, Syariat Islam.

Sumber : Status facebook Nun Alqolam

Saturday, August 8, 2020 - 19:00
Kategori Rubrik: