Antara Supremasi Kulit Putih dan Intoleran Indonesia

Oleh: Leonardo Rimba

 

Kaum Supremasi Kulit Putih membunuh 6 orang Sikh India di AS pada tahun 2012.

Membunuh 9 orang Kristen kulit hitam di AS pada tahun 2015.

Membunuh 6 orang Islam di Kanada pada tahun 2017.

Membunuh 11 orang Yahudi di AS pada tahun 2018.

 

 

Membunuh 49 orang Islam di Selandia Baru pada tahun 2019.

Modusnya selalu sama yaitu membunuh korbannya di tempat peribadatan. Orang keturunan India dibunuh di Kuil Sikh, orang Kristen kulit hitam dibunuh di gereja, orang Yahudi dibunuh di sinagoga, dan orang Islam dibunuh di masjid.

Di Indonesia boleh bilang tidak ada Kaum Supremasi Kulit Putih. Yg ada adalah kaum beragama tertentu yg sama rasisnya atau malahan lebih rasis daripada Kaum Supremasi Kulit Putih.

Kaum rasis beragama tertentu di Indonesia terkenal dengan slogan anti asing-aseng. Anti-Kristen, Hindu, Buddha, budaya lokal dlsb. Termasuk anti-LGBT.

Perang antara satu dunia melawan Kaum Supremasi Kulit Putih masih berlangsung. Perang melawan Kaum Supremasi Beragama Tertentu juga masih berlangsung.

Kaum Supremasi Kulit Putih tidak pernah membawa-bawa agama. Kaum Supremasi Beragama Tertentu selalu membawa agama.

Perang kita di Indonesia bukan melawan Kaum Supremasi Kulit Putih yg tidak berada disini. Tetapi melawan Kaum Supremasi Beragama Tertentu yg ada di tengah kita dan selalu menyebarkan hoaks sampai melakukan perusakan tempat ibadah. Bahkan sampai meledakkan gereja, pura, candi dll.

 

(Sumber: Facebook Leonardo Rimba)

Saturday, March 16, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: