Antara Soemitro Djojohadikusumo, Hamid Al Gadri dan Partai Berhaluan Kiri

Oleh : Riza Iqbal

Isu Presiden Jokowi keturunan PKI adalah hoax, tidak ada catatan sejarah yg bisa membuktikannya. Bahkan Badan Intelejen Negara (BIN) memastikan tuduhan Presiden Joko Widodo dan orang tua/keluarganya terlibat PKI adalah fitnah. Pernyataan itu dikeluarkan setelah BIN melakukan penelusuran pada lembaga-lembaga yang di masa lalu mempunyai catatan mengenai anggota PKI dan keluarganya.

"Tidak ada catatan bahwa orang tua Presiden Joko Widodo adalah tokoh atau kader PKI baik di Giriroto, Boyolali, maupun di daerah lain," demikian keterangan tertulis dari BIN pada 19 Mei 2016.

Bagaimana dengan Prabowo Subianto?

Catatan masa lalu orang tua Prabowo mudah ditelusuri, tidak perlu melibatkan BIN. Di wikipedia, buku2 sejarah atau biografi tokoh2 angkatan '45 tertulis bahwa Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah PS adalah Menteri Perhubungan dan Pelayaran pada Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), satu gerakan pemberontakan terhadap pemerintah pusat yg sah pada 15 Februari 1958.

Dab bila ditarik mundur lagi sejarah beberapa tahun sebelumnya, Soemitro Djojohadikusumo, tercatat sebagai tokoh Partai Sosialis Indonesia (PSI). Partai yang didirikan Sutan Syahrir pada tahun 1948.

Partai ini berhaluan kiri dan menganut ideologi sosialisme. Dalam pasal 1 (asas-tujuan) Peraturan Dasar PSI tertera: "PSI berdasarkan paham sosialisme yang disandarkan pada ajaran ilmu pengetahuan Karl Marx dan Friedrich Engels untuk menuju masyarakat sosialis yang berdasarkan kerakyatan".

Diawal kemerdekaan Indonesia, PSI tampak kuat bahkan punya laskar bernama Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia) yang terkenal solid persenjataannya ketimbang yang lain. Pasca pemberontakan PKI 1948, Pesindo berubah menjadi Pemuda Rakyat, sayap pemuda Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada tahun 17 agustus 1960, PSI dan Masyumi dibubarkan pemerintahan Soekarno atas pertimbangan Mahkamah Agung. PSI dan Masyumi dianggap mendukung pemberontakan PRRI.

Tak lama setelah pembubaran PSI, Sjahrir ditangkap dan dijadikan tahanan politik pada 16 Januari 1962. Soemitro sendiri lari meninggalkan Indonesia bersama istri dan anak-anaknya, dan baru kembali setelah Sukarno jatuh.

Prabowo Subianto beberapa kali menggelar pertemuan dengan elite PAN dan PKS di kediaman Maher Algadri, dikawasan Prapanca Dalam, Kemang, Jaksel. Maher Algadri bukan kader partai tapi pengusaha dan pimpinan perusahaan Kodel Grup. Perusahaan yg bersinar di era orde baru.

Pada tahun 2006 lalu, Maher pernah diberitakan terseret kasus pembelian senjata Waaslog Kasad (alm) Brigjen TNI Purn Koesmayadi. Maher diduga sebagai penyokong dana pembelian senjata itu.

Prabowo dan Maher adalah teman lama. Bahkan perkenalan itu sudah terjalin sejak Prabowo masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak Sumbangsih, sedangkan Maher yang lima tahun lebih tua sudah duduk di bangku SD.

Perkenalan dari kecil itu menurun akibat kedekatan ayah Maher, Hamid Algadri dan ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo. Kedekatan ini pun karena sejarah. Hamid Algadri dan Soemitro Djojohadikusumo adalah tokoh aktif di Partai Sosialis Indonesia (PSI) yg didirikan Sutan Syahrir. Latar belakang sejarah itulah yg membuat mereka dekat dan berlanjut ke anak2 mereka.

Siapa berkumpul dengan siapa

 

Sumber : facebook Riza Iqbal

Saturday, September 22, 2018 - 16:45
Kategori Rubrik: