Antara Maulid Nabi dan Reuni 212

Ilustrasi

Oleh : Ismail Amin Pasannai

Jika tiga pertanyaan ini, diajukan mengenai hukum maulid, maka jawabannya memang akan sampai pada kesimpulan, memperingati maulid itu sesat, bid'ah karena tidak ada dalilnya. Namun jika tiga pertanyaan ini dipakai untuk menghukumi suatu amalan, boleh atau tidak, merupakan ketaatan atau kemaksiatan, maka akan banyak amalan yang sebenarnya boleh-boleh saja, bahkan berpahala, akan jatuh pada kemaksiatan dan bid'ah yang dilarang.

Misalnya jika tiga pertanyaan ini diajukan bagi penyelenggara reuni alumni 212, maka apakah kesimpulannya?

Pertama, apakah mengadakan reuni alumni 212 ketaatan atau kemaksiatan? bila jawabannya, kemaksiatan, maka perkara selesai. Namun bila jawabannya, ketaatan, maka soal berikutnya.

Kedua, apakah Nabi mengetahui kelak jauh dari masanya akan ada aksi 212 atau tidak mengetahuinya?. Bila mengatakan, Nabi saw tidak mengetahuinya, maka dia adalah orang zindiq, sebab Nabi saw dengan izin Allah swt mengetahui kondisi umatnya diakhir zaman, maka bila menjawab, Nabi saw mengetahuinya, maka beralih ke pertanyaan berikutnya.

Ketiga, apakah Nabi saw menyampaikan kepada kita melalui sahabat-sahabatnya bahwa jika aksi demonstrasi membela Islam telah lewat satu tahun, maka adakanlah reuni alumni? Apabila jawabannya, Nabi saw tidak menyampaikan, maka ini sama saja menuduh Rasulullah saw mengkhianati risalah, na'uzubilah. Bila jawabannya, sudah menyampaikan, maka, tanyakan mana perintah Nabi saw agar reuni 212 diadakan?

So, apa kesimpulan anda?

~Anda selanjutnya bisa mengganti reuni 212, dengan mendirikan partai/ormas Islam, mencetak tulisan kalimat tauhid di topi, baju, syal dan bendera dst, kesimpulannya bagaimana?... bayangkan, jika itu berkaitan dengan syiar yang mengagungkan Nabi Besar Muhammmad saw, mereka dengan lantang menyebut bid'ah, tapi jika amalan yang meski tidak ada contohnya dari Nabi namun mampu memenuhi hasrat politik mereka, mereka menyebutnya bela Islam.. sontoloyo bukan?!!?

Sumber : Status Facebook Ismail Amin Pasannai

Wednesday, November 28, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: