Antara JK dan Anies Saat Penyerahan Medali

Ilustrasi

Oleh : Muhammad Naylu Wiqoyatillah

Olahraga kalau dicampuri urusan politik ya rusak. Tarik sana tarik sini. Hilanglah nilai sportivitas di dalamnya. Yang ada hanyalah tarik ulur untuk kepentingan politis. Makanya, saya sangat mendukung sebaiknya sepakbola Indonesia dibekukan lagi oleh FIFA, karena masih banyak campur tangan politisi di dalamnya. Selama masih ada ribut-ribut karena politisi, jangan harap sepakbola indonesia punya prestasi. Persija yang baru juara piala presiden, empat hari sebelumnya dibikin seperti rempeyek oleh klub malaysia di Piala AFC. Udah gak bisa nyerang, dibantai 3-0. Ajur bro!

Lihat saja sekarang ketua PSSI-nya rela cuti demi nyagub. Padahal Asian Games sebentar lagi dan Timnas Indonesia masih medioker di level Asia tenggara. Kayak gitu matok target semifinal di Asian Games. Ngimpi? Haha

Saya jadi teringat, saat pemain indonesia disogok oleh anak seorang politisi, di final AFF, untuk mengalah dari malaysia 0-3, agar yang nyogok itu menang judi dari bandar malaysia. Padahal di babak penyisihan indonesia menang 5-1. Edan po ra? Wes pokoke sepakbola jangan dicampuri politik. Titik!

Melihat kasus Anis Baswedan, yang digoreng sampai hari ini "hanya" karena gak boleh turun ke podium, saya jadi teringat JK, pas dia nonton final indonesia masters (badminton). Ia hadir dan duduk di tribun bareng wiranto. Saat itu atlet indonesia, Kevin/Marcus kebetulan juara. Tetapi yang menyerahkan medali kepada Kevin/Marcus, adalah wiranto bukan JK. Kenapa Wiranto? Ya karena dia ketua PBSI. Meskipun istora senayan bangunnya pakai APBN dan JK adalah Wapres, tetapi gak ada tuh kamus tuan rumah -JK sebagai wakil tertinggi pemerintah disitu- harus ikut bagi-bagi medali. Apa JK marah? Ya gak! Karena dia paham aturan. Tetapi sebagai bentuk penghormatan kepada Wapres yang hadir nonton, setelah selesai seremonial di podium, Kevin/Marcus bersama Wiranto, menghampiri JK yang masih di tribun, untuk foto bersama . Jadi kelasnya Wapres saja potonya di tribun tuh dan gak marah.

Yang perlu diingat oleh para anieser, JK adalah sosok dibalik pencalonan Anis sebagai Gubernur DKI. Dialah yang melobi Prabowo untuk berbesar hati menerima musuhnya di pilpres 2014, sebagai Cagub dari partainya. Belajarlah dari JK, yang gak sensi dan baper hanya karena urusan remeh temeh.

Apa kamu kira ngambek karena gak diajak nyerahin "piala kayu" lebih penting untuk dibahas, dari pada membahas biaya renovasi untuk GBK yang 769 M, yang kemudian dirusak hanya dalam sehari oleh oknum djakmania? Apa ndak malu kalau Asian Games pake stadion bobrok?

Sumber : Status Facebook Muhammad Naylu Waqoyatillah

Tuesday, February 20, 2018 - 23:00
Kategori Rubrik: