Antara Corona, Alam Semesta dan Indigo

Oleh: Prayitno Wongsodidjojo Ramelan

Kasus virus Corona masih merupakan misteri bagi manusia, masih diperdebatkan oleh mereka-mereka yang ahli. Bermacam pendapat yang berbeda-beda. Varian semakin berkembang, corona terus bermutasi, hingga manusia hanya mampu meraba tanpa memiliki keyakinan penyelesaian. Ini mahluk Tuhan yang hanya karena ijinNya maka covid bisa beredar di dunia yang fana ini. Mestinya kita sadari dan fahami, inilah salah satu cara Alam melakukan seleksi.

Apabila kita merenung, semua di dunia ini tanpa kecuali sudah diprogram oleh Alam Semesta, dimana keberadaan semesta beribu ribu miliar tahun sebelum kehidupan manusia dan beribu ribu miliar tahun setelah kehidupan di bumi ini punah...Kita ini hanya setitik noktah waktu yang sudah dan bakal diarungi semesta. Bersyukurlah!

 

Oleh karena itu, sebenarnya semua yang terjadi saat ini adalah bagian program Alam Semesta...Karena itu berbaik-baiklah di dalam menyikapi seleksi alam, jauhi sifat takabur, buang kesombongan dan pikiran drengki, jangan khianati bangsa dan negara ini. Kita Bangsa Indonesia harus bersyukur di beri cobaan bersama 200an negara lain, didera covid, kita jauh lebih ringan dibandingkan negara-negara raksasa itu yang kini babak belur.

Anak indigo itu adalah salah satu clue yang di berikan oleh Alam untuk orang-orang yang terpilih dan wicaksono, bisa memahami makna kehidupan ini...Hari ini Jumat, Tanggal 29 Mei 2020 menurut Abighya Anand, 14 tahun, pemahaman astrologi, poros akan rusak, dan dengan demikian dari pengaturan posisi planet lebih menguntungkan untuk penyembuhan. Dari titik ini pada kasus wabah (Corona), banyak negara akan melaporkan pengurangan penyakit. Adnan juga menyebut bahwa perlambatan ekonomi diprediksinya akan baru berakhir pada November 2021.

Karena ini semua kuasa Sang Maha Pencipta, Maha Kuasa, mari kita berdoa kepada Allah semoga kita Bangsa Indonesia mampu melewati ujian dan cobaan yang sedang terjadi melalui corona virus ini. Kita tahu Covid-19 datang begitu saja, semoga ia juga pergi begitu saja setelah tugasnya selesai. Believe it or not, Aamiin. 

 

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

Saturday, May 30, 2020 - 05:30
Kategori Rubrik: