Antara Ahok dan Jack Ma

Ilustrasi

Oleh : Esi Teja

Assalamu'alaikum wr.wb
Selamat malam dan apa khabar sahabat semua...
Semoga sehat, tetap semangat dan baik selalu.
Alhamdulillah... saya juga dalam keadaan sehat dan baik.

Terlebih dulu saya mengucapkan terima kasih banyak kepada saudara dan sahabat semua yang sudah memberi dukungan, semangat dan do'anya untuk saya.
Agar niat saya untuk bertemu dengan Pak Ahok, Ibu Vero dan anak-anaknya bisa terwujud.

Bahkan ada beberapa sahabat yang inbox memberi dukungan, semangat serta do'a supaya saya menjadi contoh bagi orang-orang yang masih sangat awam agar berani bersuara. Demi terciptanya kedamaian, keamanan dan kesejahteraan di NKRI. 
Ada juga yang berharap semoga saya bisa merubah cara berpikir orang-orang yang tidak baik, malah ada seseorang yang katanya sudah pernah bekerja dengan Pak Ahok selama 14 tahun suruh saya menyampaikan salamnya untuk Pak Ahok, seandainya saya bertemu Pak Ahok.
Serta banyak lagi sahabat yang senantiasa mendukung segala ucapan dan apa yang saya lakukan

Saya sangat bersyukur sekali punya keluarga, saudara angat dan sahabat-sahabat yang baik serta perhatian dengan saya, di dunia nyata maupun dunia maya.
Sering sekali saya di ingatkan, agar saya mulai memikirkan dan menyayangi diri saya sendiri.
Jujur, selama ini saya hanya kerja... kerja serta kerja, karena yang ada dalam pikiran saya hanya bagaimana supaya bisa membahagiakan orang-orang yang saya sayangi.

Jadi untuk tidak menghampakan dukungan dan do'a dari sahabat semuanya supaya saya bisa bertemu dengan Ibu Vero dan menjenguk Pak Ahok, saya mencoba minta tolong sama ajudannya Pak Ahok dengan jalan kirim pesan melalui WA, agar beliau bisa menyampaikannya secara langsung ke Ibu Vero tentang niat saya.

Tetapi ajudannya Pak Ahok bilang, untuk bertemu Pak Ahok harus daftar dulu. 
Sayapun terdiam karena memang peraturannya begitu, namun pikir saya banyak susahnya kalau ikut pendaftaran. 
Selain saya hanyalah orang awam, saya juga tidak tau kemana daftarnya, apalagi sekarang saya berada di luar negri. 
Makanya kemudian sayapun kirim pesan lagi agar beliau menolong saya untuk bertemu dengan Ibu Vero, sebab saya pikir jika bisa bertemu Ibu Vero, saya akan sampaikan niat saya ke Ibu Vero ingin menjenguk Pak Ahok. Namun jawaban yang saya terima dari ajudannya Pak Ahok adalah.. ada keperluan apa mau bertemu Ibu Vero?
Entah kenapa tiba-tiba saya menjawabnya, iyah ingin bertemu saja dan kalau ada lowongan kerja saya ingin kerja sama Ibu Vero serta Pak Ahok.
Dengan singkat ajudannya Pak Ahok membalasnya... Ibu Vero sudah ada pekerja.
Dan sekali lagi tiba-tiba saja saya terus menjawabnya, bahwa tujuan saya yang pertama juga sebenarnya bukan mau bekerja, tetapi ingin belajar tentang banyak hal dengan Ibu Vero dan Pak Ahok.
Terus saya bilang juga seandainya saya di terima kerja oleh Ibu Vero dan Pak Ahok, Insya Allah bulan Agustus 2018 saya tidak akan sambung lagi di tempat kerja yang sekarang, tetapi ajudannya Pak Ahok tidak memberi apa-apa lagi balasan (senyap).

Sayapun ikutan diam dan berkali-kali membaca pesan yang saya kirim ke ajudannya Pak Ahok.
Pikir saya mungkin ada yang salah dengan kata-kata saya, sehingga ajudannya Pak Ahok tidak paham maksud saya, atau ada hal lain sehingga tidak memberikan apa-apa lagi balasan.
Hal itu membuat saya menjadi agak sedikit pesimis untuk bisa bertemu Ibu Vero dan Pak Ahok pada tgl 9 February, tetapi Tuhan Maha Mengetahui.
Ketika saya sedang di landa gelisah, iseng-iseng saya melihat-lihat walk fb sendiri dan Alhamdulillah kedua status ini membuat saya merasa kembali semangat.

"Bukan sesuatu yang sulit yang membuat kita tidak berani, tetapi karena tidak punya keberanianlah hingga semua menjadi sulit."

"Seseorang terkadang bertemu dengan taqdirnya di jalan yang dia hindari."

Lalu agar saya bisa memikirkan langkah apa seterusnya yang harus saya lakukan untuk mewujudkan keinginan saya, makanya dalam beberapa hari ini saya milih tidak aktive dulu di fb supaya bisa berpikir dengan lebih tenang.

Di sela-sela kesibukan saya bekerja, saya coba buka gogle untuk mencari kata-kata yang bisa memotivasi dan menginpirasi saya, supaya saya semakin punya keberanian untuk mewujudkan keinginan saya.
Dan ketika ada waktu, saya buka yotube melihat video-videonya Jack Ma dan Pak Ahok.
Setelah sekian banyak video-videonya Pak Ahok yang saya tonton, membuat saya makin bersemangat untuk bisa menjenguk Pak Ahok.

Namun saya sadar, sangat mustahil untuk orang seperti saya bisa bertemu dengan Pak Ahok walaupun misalnya ikut pendaftaran. Selain saya hanyalah orang awam, saya juga sekarang adalah seorang TKI. Jadi bisa di pastikan banyak sangat susahnya jika saya ikut pendaftaran untuk bisa menjenguk Pak Ahok, karena kalau misalnya saya dapat giliran untuk menjenguk Pak Ahok tiba-tiba saya tidak bisa datang karena masalah pekerjaan atau ada hal lain?

Alhamdulillah... waktu saya nonton videonya Jack Ma, kata-katanya telah menginpirasi saya untuk mewujudkan keinginan saya.
Makanya saya nekad memposting tulisan ini di fb dan mengetag banyak orang dengan tujuan agar Ibu Veronica membaca postingan saya, dan berharap Ibu Vero akan menyampaikannya ke Pak Ahok.
Karena saya yakin Pak Ahok tidak akan menghapakan keinginan orang-orang yang mengangguminya, sebab pada tgl 16 February saya dengar sendiri.. waktu saya bilang bahwa pada tgl 11 February saya sudah ada di depan rumah Pak Ahok ingin bertemu Bapak, terus kata Pak Ahok... kenapa nggk suruh ajudan saya panggil saya?
Kemudian sayapun bilang, bahwa pada waktu itu Pak Ahok lagi sidang. 
Dari situ saya bisa menilai bahwa Pak Ahok benar-benar orang yang sangat baik, jadi walaupun berbagai hujatan saya terima karena di anggap terlalu mengaggumi dan memuja Pak Ahok, saya tanggapinya dengan santai dan senyum saja, karena saya yakin saya tidak salah mengagumi seseorang.
Dan saya berharap dengan cara yang saya lakukan ini, keinginan saya bisa terwujud. Walau mungkin di anggap gila, lebay dan memalukan, tetapi saya tidak perduli, karena kata Boss saya, jika melakukan sesuatu yang kamu inginkan... kamu fokus saja apa yang harus kamu lakukan bukan memikirkan sesuatu yang akan orang lain katakan.

Karena niat dan tujuan saya ingin bertemu serta kerja dengan Ibu Vero dan Pak Ahok juga baik, jadi untuk apa saya harus takut atau malu..
Karena selain bisa banyak belajar, juga saya ingin lebih mengenal pribadi sosok Ibu Vero dan Pak Ahok. Supaya ketika saya menceritakan tentang Pak Ahok, sesuai fakta yang saya lihat dan dengar sendiri. 
Mungkin dengan cara ini saya bisa menyakinkan orang-orang yang masih menganggap Pak Ahok kasar dan telah menistakan Agama Islam, supaya hati nurani mereka terbuka dan bisa melihat kebenaran yang sesungguhnya.

Jujur, setiap melihat fotto wajah Ibu Vero dan Pak Ahok, hati saya terasa sakit sekali dan tiba-tiba ada kesedihan sangat dalam yang saya rasakan hingga sulit untuk saya tidak mengeluarkan air mata. 
Walau Ibu Vero kelihatan tegar dan senantiasa tersenyum, namun saya yakin... jauh di ujung hatinya merasakan kesedihan yang sangat dalam. 
Saya sendiri yang sebelumnya tidak mengenal pribadi Pak Ahok dan bukan siapa-siapanya Pak Ahok, merasa tidak terima atas perlakuan tidak adil yang Pak Ahok terima. 
Sampai saya kehabisan untuk berpikir, bagaimana seseorang yang senantiasa berpikir dan sudah banyak menghabiskan waktu serta tenaganya untuk mensejahterakan warganya, juga punya keinginan dan tujuan 
mewujudkan Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia senantiasa mendapatkan hujatan, hinaan, fitnahan dan di benci malah hingga masuk penjara..?

Tapi saya percaya akan rencana dan Kebesaran Tuhan, bahwa "Kebenaran itu akan terlihat pada saat yang tepat bukan sesuai apa yang kita ingini."

Terus terang saja, hingga detik ini juga jiwa saya senantiasa berontak saat Pak Ahok berusaha menenangkan Ibu Vero. 
Sebab pada waktu itu saya melihat jiwanya Pak Ahok juga sebenarnya tidak tenang, tetapi demi membuat Ibu 
Vero merasa tenang, Pak Ahok berusaha melawan perasaan sedih dan kekecewaannya.
Juga ketika mendengar anak bungsunya jatuh sakit, Pak Ahok hampir saja tidak bisa menahan perasaan sedihnya.

Tetapi akhir-akhir ini saya sering baca berita, serta cerita dari orang-orang yang sudah menjenguk Pak Ahok tentang keadaannya sekarang yang jauh lebih baik dan senantiasa membuat orang-orang bahagia.
Namun Pak Ahok juga manusia biasa yang mempunyai perasaan kangen dan sedih kepada istri dan anak-anaknya serta keluarganya. Apalagi ketika mendengar istri yang sangat di cintainya menangis pasti hatinya sakit sekali, namun karena beliau berhati baik serta sangat Percaya Pada Tuhannya membuat Pak Ahok senantiasa bersikap tenang dan malah memberikan kebaikan dan kebahagiaan kepada orang-orang di sekitarnya.

Akhir kata...
Terima kasih kepada Pak Ahok serta Ibu Vero yang telah mengajarkan saya bagaimana arti sebuah Perjuangan dan Pengorbanan, demi Cintanya kepada NKRI..
Semoga Tuhan Berkendak mempertemukan saya dengan Pak Ahok dan Ibu Vero, untuk bercerita tentang indahnya hidup tanpa rasa KEBENCIAN.
Dan dari hati saya yang terdalam saya berharap, setelah Pak Ahok menghabiskan masa hukumannya, Pak Ahok mau terjun ke politik lagi untuk membuka segala bentuk kejahatan yang ada di NKRI. Karena orang-orang seperti Pak Ahoklah yang akan bisa menjadikan suatu Negara bangkit dari keterpurukan dan berkembang maju ke arah yang lebih baik.

"Kejahatan akan menang bila orang benar tidak melakukan apa-apa."
-Jendral Sudirman-

Nb: Mohon maaf kepada semua sahabat yang telah saya tag tanpa sebelumnya saya meminta ijin dulu.
Sekali lagi saya mohon maaf..
Sekian dan terima kasih..

"Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghormati Jasa Pahlawannya."
-Ir Soekarno-

Wassalam

Sumber : Status Facebook Esi Teja

Friday, November 17, 2017 - 15:30
Kategori Rubrik: