Antara Ahok, Aher dan Sungai Paling Beracun Sedunia

Oleh: Arloren Antoni
 

Dari 15 tempat paling beracun, Sungai Citarum menempati peringkat no.1 paling beracun di dunia. Sungai ini terletak di Jawa Barat. Sebuah Provinsi yang sudah dua periode ini dipimpin oleh seorang pemimpim Muslim yang hapal Qur’an 30 juz. Sekitar 5 juta warga Jabar tinggal di Daerah aliran Sungai Citarum yang secara langsung terpengaruh, dan sekitar 30 juta warga lainnya bergantung pada sungai untuk minum atau mandi atau untuk pertanian. The Guardian mengatakan lebih dari 200 pabrik tekstil berada di sekitaran sungai Citarum. Pabrik ini menggunakan bahan kimia berbahaya seperti arsenik dan merkuri dan mengalirkan limbah ke sungai Citarum.

Saya juga nyerah dan gak habis pikir, gimana caranya menghubungkan dua jargon ini:

1). “Kebersihan Sebagian dari iman”

Berbentur dengan

2). “Sungai paling beracun di dunia”

Yang terdapat didaerah kekuasaan pak Ustad selama dua periode dia menjabat. Apakah saya teramat lancang jika mengatakan bahwa separoh dari iman pak ustad kagak ada…?? ah…. Saya juga kagok menilai gimana. Tapi realitanya begitu…. !! Bingung saya…..

Jakarta juga punya Sungai. Ciliwung itu kotor luar biasa. Tapi itu dullluuuuuu. Dalam release 15 tempat paling beracun itu malah Ciliwung kagak masuk. Malah Tgl 27 Januari 2016 kemaren saya diundang Presiden ke Istana, saya liat langsung Ciliwung gak ada lagi sampahnya. Semua gorong gorong dipreteli oleh pasukan Orange. Seminggu di Jakarta saya sempat melihat pasukan Orange bekerja. Bener bener bersih cling cling…. !!! Kejadian maling kabel bawah tanah yang menyisakan sampah di dekat istana Negara, mengagetkan Ahok Sang gubernur, kok bisa ada sampah tiba tiba .... !!

“ Pasti Sabotase… !!! “ kata Ahok bernada lebay bin kamseupay. Saya maklum Ahok jadi lebay karena pembersihan Jakarta oleh pasukan orange itu Non stop 3 shift selama 24 jam, kok tiba tiba ada sampah puluhan truk.

Dalam kasus ini jadi pelajaran bagi kita bahwa antara 1). agama vs 2). kepemimpinan kagak ada relevansinya. Aher dan Ahok sama sama Gubernur. Tapi kinerja kagak ada urusan dengan dengan agama, bahkan saat agama sudah mengajarkan kebersihan sebagian dari iman, hapal Qur’an 30 juz, tapi dua periode menjabat daerahnya tetep juga gak becus mengelolanya.

Si Kapir Ahok tanpa harus jargon jargon “bersih itu iman” tapi kerjanya malah lebih nyata…..

apa kita mau berdusta pada realita...??

 

PS: Postingan edukasi untuk sesama muslim dimana saja

 

(Sumber: Facebook Arloren Antoni)

Monday, March 14, 2016 - 18:30
Kategori Rubrik: